Comscore Tracker

Profil Anderson Tanoto | Fortune Indonesia 40 Under 40

Anderson Tanoto

Anderson Tanoto

Managing Director RGE Pte Ltd

Quick Fact
Anderson Tanoto
Education: Wharton School, University of Pennsylvania.
Quotes: “Impian saya adalah bagaimana kami sebagai perusahaan Indonesia bisa dengan bangga memproduksi sesuatu, ekspor ke puluhan negara, dan dihormati.”

Anderson Tanoto (33) adalah anak bungsu pengusaha Sukanto Tanoto. Lulusan Wharton School, University of Pennsylvania ini ingin mengubah citra industri pulp and paper menjadi lebih positif. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial melalui yayasan keluarga.

“Bapak saya sering bilang kalau bisnis itu seperti berenang melawan arus,” kata Anderson dalam perbincangan bersama CEO IDN Media Winston Utomo, Desember 2021 lalu. “Jadi untuk mempertahankan posisi saja kita harus berenang. Kita akan terseret arus jika berhenti. Sedangkan untuk maju, usahanya harus lebih keras lagi.”

Baru pada 2013 ia kembali ke Indonesia untuk mengurusi bisnis sang ayah. Meski punya status ‘bawaan orang dalam’, Anderson tetap melalui tahapan wawancara dengan bagian sumber daya manusia perusahaan. Pada usia 24 tahun, ia masuk sebagai asisten manager di pabrik kertas Asia Pacific Resources International Limited atau APRIL Group di Kerinci, Riau.

Anderson berusia 31 tahun saat bertemu Jokowi di Riau. Ia merupakan anggota Komite Eksekutif APRIL, dan menduduki sejumlah posisi lain di bawah bendera Royal Golden Eagle (RGE). “Itu merupakan pabrik serat rayon terbesar di satu lokasi di dunia,” ujarnya.

Pada masa lampau, hutan tanaman industri, seperti juga perkebunan kelapa sawit kerap diidentikkan dengan perusakan lingkungan. Pembukaan lahan untuk industri monokultur kerap dituding sebagai penyebab kerusakan lingkungan, hingga kebakaran hutan. Bagaimana Anderson menjawab isu itu?

Ia menjelaskan bahwa APRIL ingin mencapai target nol emisi bersih pada 2030. Berbagai inisiatif dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara bisnis yang berkelanjutan, keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan masyarakat. “Impian saya adalah bagaimana kami sebagai perusahaan Indonesia bisa dengan bangga memproduksi sesuatu, ekspor ke puluhan negara, dan dihormati,” kata Anderson.

Anderson juga aktif berkiprah di yayasan keluarga, Tanoto Foundation. Yayasan itu didirikan oleh Sukanto Tanoto pada 1981. “Bapak sangat percaya bahwa untuk memutus rantai kemiskinan itu harus dari pendidikan, maka yayasan ini bergerak di bidang pendidikan,” kata Anderson.