Comscore Tracker
BUSINESS

Mengenal Apa Itu Prinsip Pareto dan Manfaatnya Bagi Bisnis

80 persen konsekuensi berasal dari 20 persen penyebab.

Mengenal Apa Itu Prinsip Pareto dan Manfaatnya Bagi BisnisIlustrasi prinsip Pareto. (Unsplash/AustinDistel)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Dalam dunia bisnis kita mengenal tentang Prinsip Pareto, terutama dalam menganalisa kendala yang terjadi untuk mendapatkan solusi terbaik.

Menurut Investopedia, Prinsip Pareto adalah pengamatan bahwa hal-hal dalam hidup tidak selalu didistribusikan secara merata. Prinsip ini juga dikenal sebagai ‘aturan 80/20’ yang menyatakan bahwa 80 persen konsekuensi berasal dari 20 persen penyebab, menegaskan hubungan yang tidak setara antara input dan output.

Prinsip Pareto ditemukan oleh seorang ekonom Italia bernama Vilfredo Pareto, pada 1906. Hasil telaahnya menemukan fakta bahwa 80 persen tanah di Italia hanya dimiliki oleh 20 persen orang di negara tersebut. Kesimpulan dari penelitiannya menyebut: distribusi kekayaan  tidak proporsional ini sama dengan yang terjadi di seluruh Eropa.

“Sekitar 20 persen teratas dari populasi suatu negara menyumbang sekitar 80 persen dari kekayaan negara atau total pendapatan,” demikian bunyi definisi 80/20 Pareto. 

Penerapan dalam bisnis

ilustrasi berbicara bisnis

Selang waktu berjalan, aturan 80/20 Pareto pun dikembangkan oleh seorang ahli teori bisnis Rumania-Amerika, Joseph Juran, menjadi ‘Prinsip Distribusi Tidak Sama Pareto’.

Ia memperluas Prinsip Pareto ke dunia bisnis, terutama dalam pengamatan di departemen kontrol kualitas, di mana sebagian besar cacat produksi disebabkan oleh sebagian kecil penyebab semua cacat.

Jadi, dengan perluasan, 80 persen dari masalah disebabkan oleh 20 persen dari cacat; implikasi dari pekerjaan Juran adalah jika Anda fokus memperbaiki 20 persen itu, maka Anda bisa memberi dampak besar dengan sedikit usaha.

Manfaat Prinsip Pareto

ilustrasi membahas bisnis

Menukil situs akseleran, terdapat beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh sebuah bisnis yang menerapkan Prinsip Pareto. Hal ini berguna dalam merencanakan strategi atau memperbaiki masalah yang sedang dihadapi oleh suatu bisnis. Misalnya, dengan mengimprovisasi 20 persen masalah terpenting, bisa membuat perusahaan berkembang hingga 80 persen.

Berikut ini adalah beberapa manfaat pareto yang didapatkan.

  1. Meningkatkatkan produktivitas
    Prinsip Pareto bisa membantu perusahaan fokus pada area yang membutuhkan sumber daya dan upaya demi mencapai efisiensi. Artinya, perusahaan hanya perlu fokus pada 20 persen aspek penting sehingga dapat memberikan 80 persen hasil yang diharapkan.
  2. Meningkatkan keuntungan
    Keuntungan perusahaan akan meningkat jika fokus pada area yang paling potensial. Melalui Prinsip Pareto, perusahaan bisa mengidentifikasi dan menentukan area bisnis yang digarap. Pemilik usaha juga dapat mengetahui titik yang harus difokuskan akan mendorong tingkat profitabilitas.
  3. Memperluas pemasaran
    Dengan analisis yang didasarkan pada Prinsip Pareto, perusahaan bisa memperluas wilayah pemasarannya. Perusahaan juga bisa memaksimalkan strategi yang dimiliki untuk membuat calon konsumen lebih tertarik.
  4. Mengidentifikasi masalah
    Prinsip Pareto akan membantu perusahaan dalam mengidentifikasi masalah yang terjadi pada perusahaan dan mengurutkannya secara prioritas. Dengan demikian, dari masalah yang mungkin hanya 20 persen, dampak positif pada perusahaan bisa mencapai 80 persen. strategi ini memungkinkan perusahaan menggunakan pendekatan yang paling tepat sehingga masalah diselesaikan secepat mungkin.
  5. Mengembangkan layanan konsumen
    Manfaat lain dari Prinsip Pareto adalah meningkatkan layanan kepada para pelanggan. Hal ini terkait dari improvisasi sekitar 20 persen layanan atau produk, namun bisa memuaskan 80 persen pelanggan yang mungkin sebelumnya mengeluh.

Analisis dan diagram Pareto

Contoh diagram Pareto.

Dalam analisis yang didasarkan pada Prinsip Pareto, gagasan yang ditekankan adalah bahwa 80 persen manfaat proyek dapat dicapai dengan melakukan 20 persen pekerjaan, sebaliknya 80 persen masalah dapat ditelusuri hingga 20 persen penyebabnya. Dengan kata lain, analisis Pareto adalah teknik untuk memperoleh fakta-fakta yang diperlukan untuk menetapkan prioritas.

Dalam penerapannya, analisis Pareto akan terbantu dengan diagram Pareto. Untuk membuatnya, kita perlu mengumpulkan data yang terkait dengan permasalahan untuk dianalisism, mencakup jenis masalah, cara pengukuran, dan waktu diagram. Kemudian, kita bisa melakukan identifikasi yang lebih detail, misalnya tentang tingkat keparahan kerusakan dan penyebabnya.

Setelah itu, kita bisa mengejawantahkannya dalam sebuah diagram yang memadukan tampilan batang dan garis. Hasil yang ditampilkan dalam diagram akan menunjukkan mana masalah yang perlu diselesaikan lebih dulu dan mana yang membutuhkan waktu lama dalam penyelesaiannya. Dengan demikian, efektivitas penyelesaian masalah pun bisa berdampak maksimal pada kinerja perusahaan.

Biasanya, analisis Pareto digunakan oleh manajer bisnis, yang pendekatannya biasanya melibatkan melakukan analisis statistik, seperti analisis sebab dan akibat, untuk menghasilkan daftar masalah potensial dan hasil dari masalah ini.

Itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu prinsip pareto yang harus diketahui. Semoga membantu.

Related Articles