Comscore Tracker
FINANCE

Apa itu Debitur? Ini Pengertian dan Contohnya

Debitur erat kaitannya dengan dunia keuangan dan perbankan.

Apa itu Debitur? Ini Pengertian dan ContohnyaShutterStock/AndriiYalanskyi

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menjelaskan bahwa kredit 200 grup debitur besar terpantau stabil dengan pertumbuhan Rp64,58 triliun pada Oktober 2021 (year-on-year/yoy) atau naik 5,7 persen (year-to-date/ytd). Hal ini dia sampaikan pada (9/12), menyusul kredit perbankan yang tumbuh 3,98 persen sejak Januari hingga awal Desember 2021. Apa itu debitur dan seperti apa contohnya? 

Debitur adalah istilah yang sering didengar dalam dunia keuangan dan perbankan, khususnya aktivitas yang berhubungan dengan urusan pinjam-meminjam. Debitur adalah lawan dari istilah kreditur.

Pengertian debitur

Dikutip dari laman laman  Koinworks, debitur adalah pihak yang berutang kepada orang atau pihak lain. Sehingga, debitur dapat diartikan sebagai peminjam. Pengertian ini adalah lawan makna dari kreditur yang berarti pihak yang meminjamkan.

Sebagai peminjam, biasanya terjalin kesepakatan antara debitur dan kreditur, terutama terkait besaran pinjaman, waktu peminjaman, dan cicilan pengembalian. Debitur memerlukan jaminan bagi kreditur. Jaminan ini akan menjadi penghubung dan bukti ikatan kepercayaan dari kedua belah pihak.

Jika debitur gagal membayar sesuai tenggat waktu yang sudah disepakati, maka jaminan tersebut bisa pindah tangan atau tersita oleh pihak pemberi pinjaman. Sebaliknya, bila debitur mampu melunasi pinjamannya tepat waktu, maka jaminan tersebut akan kembali.

Kriteria dan syarat menjadi seorang debitur

Tidak semua individu atau kelompok bisa menjadi debitur. Secara umum, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi kriteria atau syarat seseorang dikatakan layak menjadi debitur.

  1. Sudah masuk kategori usia dewasa
    Hal ini berkaitan dengan tanggung jawab pribadi yang harus ditanggung debitur. Syarat usia menjadi hal mutlak saat kita ingin menjadi debitur di bank pemberi pinjaman. Untuk Indonesia, usia 17 tahun ke atas adalah acuan umur dapat dikatakan berada pada kategori dewasa.
  2. Memiliki kartu identitas
    Selain dewasa, kriteria berikutnya adalah memiliki kartu identitas, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini penting, mengingat sebagai debitur, kita harus mempertanggungjawabkan asal usul dan identitas kita kepada para kreditur. Tujuannya, agar kreditur memiliki data kita sebagai salah satu jaminan terkait pelunasan pinjaman.
  3. Dapat dipercaya sebagai debitur
    Syarat ini adalah yang terpenting, karena manjadi dasar kepercayaan dalam sebuah pinjaman. Salah satu caranya adalah dengan menyertakan jaminan di awal pengajuan pinjaman. Hal ini akan menjadi pengikat kesepakatan antara kreditur dan debitur.

Contoh debitur dalam keseharian

Untuk semakin menjelaskan apa itu debitur dan bilamana suatu pihak dinyatakan sebagai debitur, berikut ini adalah beberapa contoh debitur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Individu atau kelompok yang meminjam uang ke bank resmi
    Contoh ini adalah yang paling banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun secara persyaratan, biasanya cukup rumit, namun proses pinjaman ini cukup aman.
  2. Konsumen yang membeli sesuatu secara kredit di tukang barang keliling
    Bila kita menjadi konsumen di tukan kredit keliling, maka kita dapat dikatakan sebagai seorang debitur. Karena pembayarannya yang bersifat kredit, maka proses transaksi yang kita lakukan dapat terhitung sebagai utang dan harus dilunasi sesuai kesepakatan dengan tukang barang yang bertindak sebagai kreditur.
  3. Peminjam uang harian secara online
    Seiring tren digitalisasi yang semakin pesat, bisnis pinjaman online (Pinjol) menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan pinjaman secara instan, tanpa proses yang berbelit, terutama bagi pihak yang berperan sebagai debitur. Namun, dengan berbagai kemudahan ini, terkadang juga menimbulkan risiko berupa bunga  pinjaman yang cukup tinggi.

Related Articles