Comscore Tracker
FINANCE

Cara Lapor Pajak Online Mudah dan Cepat

Membayar pajak secara online lebih praktis dan hemat waktu.

Cara Lapor Pajak Online Mudah dan CepatIlustrasi kantor pajak. Arief Budi Kusuma/Shutterstock

by DesyDesy

Jakarta, FORTUNE - Cara lapor pajak online bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Wajib pajak pun tak perlu datang ke kantor pajak. Masyarakat yang menjadi wajib pajak (WP) bisa mengisi surat pemberitahuan pajak tahunan atau SPT Pajak Tahunan PPh 21 melalui laptop, komputer, tab, dan smartphone

Dikutip dari laman resmi pajak.go.id, batas akhir pelaporan SPT pajak orang pribadi sampai 31 Maret dan untuk wajib pajak badan berakhir pada April. Berikut cara lapor pajak online yang harus diketahui untuk memudahkan Anda.

Pilih Formulir SPT yang Sesuai

Untuk penghasilan kurang dari Rp60 juta/tahun dan penghasilan di atas Rp60 juta/tahun, maka jenis SPT yang digunakan untuk pelaporan adalah:

  • 1770SS untuk Pegawai/Karyawan

  • 1770 untuk Pegawai dengan penghasilan lain

  • 1770 untuk Bukan Pegawai

Semua jenis formulir tersebut bisa diunduh (download) pada laman http://www.pajak.go.id/laporSPT.

Dokumen untuk Lapor Pajak Online

1. SPT Tahunan PPH (Sangat Sederhana/SS), yakni 1770SS. Dokumen yang diperlukan:

  • Bukti potong 1721 A1 (untuk Pegawai Swasta)

  • Bukti potong 1721 A2 (untuk Pegawai Negeri)

2. SPT Tahunan PPh (Sederhana/S), yakni 1770S. Dokumen yang diperlukan:

  • 1721 A1 (untuk Pegawai Swasta)

  • 1721 A2 (untuk Pegawai Negeri)

3. SPT Tahunan PPh jenis 1770. Dokumen yang diperlukan:

  • Bukti penghasilan lain di luar pekerjaan

  • Bukti potong A1/A2

  • Neraca & laporan laba-rugi (pembukuan)

  • Rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya (norma)

Cara Mendapatkan Bukti Potong Pajak

Bagi karyawan (pegawai swasta dan pegawai negeri) bukti potong pajak bisa didapatkan dari pemberi kerja (pengusaha). Artinya, Anda bisa meminta bukti potong pajak ke divisi terkait, yakni divisi HRD di perusahaan tempat Anda bekerja. Bagi karyawan yang mengundurkan diri dari kantor lama dan telah bekerja di kantor baru, Anda bisa mendapatkan bukti potong pajak lama di kantor Anda sebelumnya.

Tata Cara Lapor Pajak Online

  • Buka laman www.pajak.go.id

  • Klik login di kanan atas (daftar dulu jika belum memiliki akun)

  • Isikan dengan NPWP dan sandi 

  • Ketik kode keamanan, lalu klik Login

  • Masuk ke dashboard pajak, klik Lapor

  • Klik icon e-Filing

  • Tekan tombol "Buat SPT"

Menjawab Pertanyaan di Formulir

  • Akan muncul beberapa pertanyaan terkait dan pilih jawaban yang sesuai

  • Di pertanyaan terakhir (paling bawah), ada pilihan pengisian formulir dan pilih yang sesuai. Contohnya, 1770 S untuk pegawai/karyawan. Pilih formulir "Dengan Bentuk Formulir"

  • Apabila wajib pajak ingin dipandu dan dipermudah bentuk tampilan pengisiannya, pilih jawaban “Dengan Panduan"

Isi Data Formulir SPT

  • Tekan tombol SPT 1770 S dengan formulir Isi data formulir yang meliputi isi tahun pajak, status SPT, dan pembetulan (jika ada kesalahan pada SPT Tahunan sebelumnya)

  • Klik "Langkah selanjutnya"

Isi Lampiran II

  • Sistem akan mendeteksi secara otomatis apabila ada data pembayaran pajak dari pihak ketiga (perusahaan pemberi kerja)

  • Klik "Ya" jika data tersebut benar

  • Anda bisa pilih "Tidak" jika ingin menggunakan bukti potong yang sudah diterima dari perusahaan dengan mengisi pada bagian A lampiran penghasilan final

  • Jika ada bukti potong yang belum terinput, klik "Tambah"

  • Isi data yang harus di isi

Isi Lampiran I/Bagian Kolom Harta

  • Bagian B, isi data harta yang dimiliki. 

  • Anda bisa menggunakan harta yang dilaporkan tahun lalu atau memperbaruinya di tahun terbaru jika ada penambahan

  • Bagian C diisi utang pada akhir tahun lalu. Anda bisa menambahkan utang baru dengan mengklik " Tambah"

  • Bagian D, isikan daftar susunan anggota keluarga

  • Pada lampiran 1 Bagian A, isi dengan penghasilan neto dalam negeri yang bukan final seperti bunga, royalti, sewa, dan sebagainya

  • Bagian B, isikan dengan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak

  • Bagian C isikan data daftar pemotongan atau pemungutan PPh dari bukti potong yang diterima dari tempat kerja

  • Data yang diisi antara lain jenis pajak, NPWP pemotong pajak (NPWP perusahaan), nomor bukti potong, tanggal bukti pemotongan, dan jumlah PPh yang dipotong (semuanya bisa dilihat di bukti potong yang diterima dari pemberi kerja)

  • Klik langkah berikutnya

Masuk ke Kolom Induk

  • Pada kolom identitas, isi dengan status perkawinan, status kewajiban pajak, dan NPWP suami/istri

  • Bagian A penghasilan neto, isi dengan penghasilan neto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, penghasilan neto dalam negeri lainnya, dan penghasilan neto luar negeri

  • Isi jumlah uang jika kamu membayar zakat pada lembaga resmi

  • Bagian B, isi status perkawinan dan jumlah tanggungan

  • Bagian C hanya berlaku untuk yang mendapatkan penghasilan dari luar negeri

  • Bagian D apabila kamu pernah membayar angsuran PPh 25

  • Di Bagian E, kamu baru akan mengetahui status SPT apakah nihil, kurang bayar, atau lebih bayar

Informasi SPT Nihil

  • Jika SPT nihil, tinggal lanjutkan pengisian di "Lanjut F"

  • Jika kurang bayar, maka muncul pertanyaan lanjutan

  • Jika belum bayar, pilih belum akan diarahkan ke e-billing

  • Lanjut ke Pernyataan, centang setuju jika data yang kamu isi sudah benar

Pengiriman Token untuk Kode Verifikasi

  • Terakhir, ambil kode verifikasi yang dikirimkan via email

  • Salin kode yang dikirimkan via email

  • Klik “Kirim SPT” dan pengisian SPT selesai

Demikian prosedur cara lapor pajak online dengan e-Filling yang mulai dibuka setiap Februari oleh DJP. Laporkan SPT Pajak Penghasilan Anda dan jadilah warga negara yang baik.

Related Topics

Related Articles