Comscore Tracker
FINANCE

Pengertian Pajak dan Fungsinya

Pajak sangat vital bagi pembangunan bangsa dan negara.

Pengertian Pajak dan FungsinyaIlustrasi Pajak Penghasilan. (ShutterStock/mozakim)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Fungsi pajak merupakan sesuatu hal yang harus diketahui oleh masyarakat. Kementerian Keuangan menyebut lahirnya Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) menjadi bagian dari proses reformasi struktural untuk mendorong sistem perpajakan yang adil, sehat, efektif, dan akuntabel. Penguatan sistem perpajakan akan memperkuat fungsi APBN dari sisi penerimaan terutama dalam pembangunan jangka panjang.

“Tujuan utama reformasi Pajak Penghasilan (PPh) dalam UU HPP adalah membentuk sistem PPh yang lebih berkeadilan dan berkepastian hukum sehingga dapat memperluas basis pajak serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Upaya ini dilakukan dengan tetap menjaga keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas dan dinamika perekonomian di masa depan,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu beberapa waktu lalu.

Pengertian pajak

Dengan semangat keberpihakan dalam lahirnya UU HPP, lantas sebenarnya apa arti dari pajak itu sendiri?

Berdasarkan pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), salah satu fungsi pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Lalu, siapakah yang dimaksud wajib pajak? Pasal 1 angka 2 UU KUP menjelaskan bahwa wajib pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Tanggung jawab atas kewajiban pembayaran manfaat pajak, sebagai pencerminan kewajiban kenegaran di bidang perpajakan berada pada anggota masyarakat sendiri untuk memenuhi kewajiban tersebut
 

Fungsi Pajak

Dengan memahami tentang pengertian pajak, maka perlu juga mengetahui dari fungsi utama dari pajak. Secara garis besar, fungsi pajak dalam kehidupan bernegara ada empat yakni, fungsi anggaran, fungsi mengatur, fungsi stabilitas dan fungsi retribusi pendapatan. Berikut penjelasannya :

  • Fungsi Anggaran

Salah satu tugas utama negara adalah melakukan pembangunan nasional seperti menyediakan fasilitas kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan pelayanan publik lainnya. Namun, dari asal pemasukan untuk membiayai untuk pengeluaran tersebut? Nah, salah satu penyumbang terbesar pemasukan negara adalah pajak. Di Indonesia, pajak merupakan kontributor terbesar pendapatan negara. Berdasarakan APBN 2021 yang disepakati oleh Banggar DPR, target penerimaan pajak pada tahun ini mencapai Rp1.229,6 triliun.

  • Fungsi Mengatur

Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial ekonomi. Contohnya, seperti pajak yang dikenakan dengan tarif tinggi untuk minuman keras dan rokok. Hal ini bertujuan untuk menekan angka konsumsi dari keduanya.

Atau pemberian insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) bagi kendaraan bermotor ditentukan berdasarkan kubikasi mesinnya yang diberlakukan hingga akhir 2021. Hal ini pun bertujuan untuk mendongkrak industri otomotif yang sempat lesu akibat terdampak pandemi Covid-19.

  • Fungsi Stabilitas

Pajak juga memiliki fungsi stabilitas yang memainkan peranan penting dalam keseimbangan perekonomian suatu negara seperti mengatasi inflasi maupun deflasi. Salah satu contoh fungsi stabilitas terlihat ketika ketika nilai tukar rupiah mengalami penurunan terhadap dollar Amerika Serikat.

Jika pemerintah ingin memanfaatkan pajak sebagai instrumen stabilitas perekonomian, maka pemerintah dapat saja mengeluarkan kebijakan perpajakan yang mendukung penguatan rupiah seperti meningkatkan bea masuk maupun PPN impor.

  • Fungsi Redistribusi Pendapatan

Salah satu penjelasan yang sering dikaitkan dengan fungsi redistribusi adalah pemanfaatan pajak untuk membuka lapangan pekerjaan. Dengan bertambahnya lapangan pekerjaan, maka semakin banyak pula penyerapan tenaga kerja sehingga pendapatan masyarakat pun dapat diperoleh secara merata.

Selain itu, pemerintah juga dapat menerapkan tarif pajak yang tinggi untuk barang-barang mewah, jadi tidak hanya menekan hanya hidup konsumtif pajak dapat berfungsi sebagai redistribusi pendapatan.

Related Articles