Comscore Tracker
FINANCE

Pengertian Investasi Reksadana Beserta Jenis-jenisnya

Reksadana menawarkan diversifikasi risiko dalam investasi.

Pengertian Investasi Reksadana Beserta Jenis-jenisnyaRomolo Tavani/Shutterstock

by Pingit Aria Mutiara Fajrin

Jakarta, FORTUNE - Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih oleh investor. Bisa dikatakan, investasi reksadana ini sangat cocok untuk para investor pemula. Saat ini semakin banyak orang yang mulai memilih untuk menyisihkan uang mereka dalam bentuk investasi. Berbagai opsi seperti emas, saham, hingga mata uang virtual bisa menjadi opsi sebagai instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan, meski Anda juga harus memperhitungkan risikonya.

Salah satu instrumen investasi yang dapat Anda pilih adalah reksadana. Reksadana akan menjadi wadah uang dari masyarakat yang selanjutnya akan digunakan untuk membeli sekumpulan surat berharga, baik dalam bentuk saham, obligasi, deposito, atau lainnya yang dikelola oleh manajer investasi.

Reksadana sebagai sebuah alternatif investasi khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu serta keahlian untuk mengelola dana dan menghitung risiko atas investasi tersebut.

Umumnya, reksadana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer investasi.

Jenis-jenis reksadana:

  • Reksadana pasar uang (Money Market Fund)

Reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang melakukan investasi dalam bentuk intrumen yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Bentuk dari instrumen investasi tersebut berupa time deposit (deposito berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.

  • Reksadana pendapatan tetap (Fixed Income Fund)

Reksadana yang satu ini adalah jenis reksadana menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang.

  • Reksadana saham (Equity Fund)

Reksadana saham menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Tujuannya untuk pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang.

Risiko reksadana saham relatif lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Namun, reksadana saham juga memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi.

  • Reksadana campuran (Balance Mutual Fund)

Reksadana campuran merupakan jenis reksadana mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi. Instrumen investasinya dapat berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi. Tujuannya untuk pertumbuhan harga dan pendapatan.

Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.

Cara Kerja Invertasi Reksadana

Investasi reksadana

Reksadana sebagai salah satu investasi yang terbilang cukup mudah untuk dilakukan, sudah banyak yang memiliki izin sebagai penjual reksadana. Sehingga jika Anda ingin melakukan investasi reksadana dapat menggunakan bank yang Anda percaya.

Sebelum melakukan investasi tidak ada salahnya jika Anda memahami terlebih dahulu cara kerja dari investasi reksadana.

Pertama, Manajer investasi akan mengumpulkan dana dari para nasabahnya. Dana yang sudah dikumpulkan akan diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi yang sudah disepakati sebelumnya dengan para nasabah. Nantinya, nasabah akan menerima informasi dari Manajer investasi terkait dana yang sudah diinvestasikan secara berkala. Informasi yag diberikan seputar kinerja produk, komposisi aset dan portofolio efek.

Sementara itu, manajer investasi akan memotong biaya operasional berupa expense ratio yang akan dibebankan kepada nasabah.

Sebagai instrumen investasi, reksadana mendatangkan berbagai peluang imbal hasil yang dapat menyentuh angka 20% per tahun. Reksadana juga menawarkan diversifikasi risiko. Sebab, dana investor disebar ke berbagai instrumen sehingga jika terjadi risiko tidak semuanya anjlok atau turun nilainya secara bersamaan.

Related Articles