Comscore Tracker
FINANCE

Genjot Pembiayaan Haji, Bank Muamalat Gandeng Patuna

Incar 500 pemesanan haji dari Patuna hingga akhir 2022.

Genjot Pembiayaan Haji, Bank Muamalat Gandeng PatunaKerja Sama Bank Muamalat dengan Patuna Untuk Pembiayaan Haji (22/11) / Fortune Indonesia Suheriadi

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) terus menggenjot penyaluran produk pembiayaan haji khusus (Prohajj Plus) dan umrah dengan menggandeng PT Patuna Mekar Jaya (Patuna). 

Seremoni peresmian program tersebut dilaksanakan di Muamalat Tower pada Selasa, 22 November 2022. Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana dan Direktur Utama Patuna Syam Resfiadi. Permana mengatakan, Prohajj Plus dan umrah ditargetkan menjadi penopang utama bisnis Bank Muamalat di segmen konsumer. 

“Sebagai bank pertama murni syariah tentu saja kami akan memaksimalkan potensi bisnis di segmen tersebut," kata Permana saat ditemui di Muamalat Tower Jakarta, Selasa (22/11).

Incar 500 pemesanan haji dari Patuna hingga akhir 2022

Permana menambahkan, pihaknya optimis dapat membukukan 500 porsi pemesanan haji baru hingga akhir tahun. Angka tersebut sesuai dengan upaya Bank Muamalat dalam menggenjot pembiayaan. 

"Nilai rupiahnya (satu pemesanan) Rp60 jt per orang per porsinya. Tapi pada saat keberangkatan berapa nilainya pasti berubah. Kalau setoran nilai porsinya Rp60 juta kali 500," jelas Permana

Selain itu, lanjut Permana, dengan posisi BPKH sebagai PSP Bank Muamalat maka secara tidak langsung keuntungan yang diraih oleh perseroan akan kembali lagi kepada jemaah haji melalui BPKH.  

Prohajj Plus merupakan layanan pembiayaan pengurusan haji khusus dari Bank Muamalat yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendaftar haji lebih cepat tanpa perlu menabung lebih lama. Selain Prohajj Plus Bank Muamalat juga meluncurkan pembiayaan umrah bekerja sama dengan perusahaan travel pilihan.

Bank Muamalat klaim kuasai 42% pangsa pasar haji

Penyelenggaraan haji di tengah pandemi.

Dirinya menjelaskan, saat ini Bank Muamalat memimpin pangsa pasar haji plus sebesar 42 persen. Dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Muamalat, maka segmen haji dan umrah menjadi salah satu fokus bisnis perseroan. 

Bank syariah pertama ini memang terlihat gencar untuk melaksanakan pembiayaam haji setelah digenggam BPKS. Sbelumnya, perseroan juga telah bekerja sama dengan PT Nur Rima Al-Waali (NRA Group) dengan potensi penyaluran produk pembiayaan umrah dan haji khusus mencapai Rp100 miliar per tahun. 

Sebagai informasi, sejak Oktober 2021 lalu Pemerintah Arab Saudi secara resmi telah mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah dari Indonesia seiring dengan laju perkembangan Covid-19 di Indonesia yang terus membaik. 

Hal tersebut kemudian diikuti dengan dibukanya kembali penyelenggaraan ibadah haji bagi orang dari luar kerajaan pada tahun 2022. Tercatat, terdapat sekitar 170 ribu jamaah umrah Indonesia yang telah berangkat ke Tanah Suci hingga Mei 2022. 

Related Articles