Comscore Tracker
FINANCE

Ini Pengertian, Peran, Jenis dan Contoh Kreditur

Kreditur memiliki peran signifikan di industri keuangan

Ini Pengertian, Peran, Jenis dan Contoh KrediturIlustrasi pinjaman uang. (Pixabay/Raten-Kauf)

by Suheriadi

Jakarta,FORTUNE - Dalam melakukan transaksi pinjaman di bank, tentu kita pernah mendengar istilah debitur hingga kreditur. Kedua hal tersebut merupakan segmen terpenting dari bisnis perbankan. 

Istilah kreditur adalah peminjam sedangkan debitur adalah pihak yang dipinjami. Namun demikian, menurut UU No. 37 tahun 2004 tentang Kepailitan, pengertian kreditur adalah orang dengan hak piutang baik karena perjanjian atau undang-undang, dan dapat menagih hak tersebut di pengadilan. 

Lantas apa saja peran, jenis dan contoh kreditur di industri keuangan? Fortune Indonesia akan merangkum poin tersebut. 

Peran kreditur

Kreditur memiliki peran signifikan di industri keuangan di antaranya turut berpastisipasi dalam menyediakan dana sesuai pengajuan debitur. Berapapun nominal pengajuan debitur, kreditur bertugas memenuhi kebutuhan tersebut. 

Selain itu, peran lain yang diambil oleh kreditur ialah menyediakan utang produktif bagi para pelaku usaha dan terus meningkatkannya sesuai kebutuhan  ekonomi. Kreditur juga bisa menjadi salah satu cadangan likuiditas bagi perbankan. 

Jenis kreditur

Pada sisi jenisnya, kreditur terbagi jadi tiga yakni kreditur separatis, konkuren, dan preferen. 

Untuk kreditur separatis sendiri memiliki hak atas agunan sesuai penjaminan debitur, misalnya pegadaian, hipotik, dan jaminan fidusia.  Jenis kreditur ini biasanya yang didahulukan nomor dua di mata hukum, karena umumnya nominal hak piutangnya lebih besar. 

Sedangkan untuk kreditur konkuren ialah kreditur yang tidak memegang hak jaminan kebendaan, tetapi kreditur ini memiliki hak untuk menagih debitur berdasarkan perjanjian. Namun dalam pelunasan piutang, kreditur konkuren mendapatkan pelunasan yang paling terakhir setelah kreditur preferen dan kreditur separatis terlunasi piutangnya. 

Terakhir ialah kreditur preferen yakni kreditur yang memiliki hak istimewa atau hak prioritas. Pasal 1134 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang menentukan bahwa “Hak istimewa adalah suatu hak yang oleh undang-undang diberikan kepada seorang berpiutang, sehingga tingkatnya lebih tinggi dari orang berpiutang lainnya, yang semata-mata dikarenakan sifat piutangnya”. 

Contoh kreditur

Agar lebih jelasnya, terdapat contoh kreditur yang biasanya memegang peran di industri keuangan. Contoh pertama dan yang paling umum adalah bank. Saat memberikan pinjaman, bank dapat mensyaratkan pinjaman beragunan atau non-agunan pada debitur. 

Contoh kedua ialah lembaga kredit non bank seperti koperasi, leasing, hingga asuransi. Meski skema transaksinya berbeda-beda, lembaga kredit non bank juga dapat memberikan syarat beragunan/non-agunan kepada debiturnya, sesuai perjanjian transaksi di awal. 

Contoh ketiga ialah financial technology (fintech). Menjamurnya fintech bisa menjadi penyedia kreditur melalui layanan kredit online atau paylater. 

Meski tidak seformal bank dan lembaga kredit non-bank, fintech kredit online juga memiliki hak layaknya seorang kreditur serta diawasi langsung oleh OJK. Itulah pengertian kreditur, peran, jenis dan contohnya.

Related Articles