Comscore Tracker
FINANCE

Bagaimana Cara Membuat Laporan Keuangan untuk UMKM?

Cek cara membuat laporan keuangan di sini.

Bagaimana Cara Membuat Laporan Keuangan untuk UMKM?Laporan keuangan. (Tumisu/Pixabay)

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - Laporan keuangan memiliki peranan sangat penting bagi perusahaan besar maupun perusahaan kecil dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Laporan keuangan merupakan catatan yang digunakan untuk memantau jumlah pemasukan, pengeluaran, dalam kurun waktu tertentu. 

Dengan adanya laporan keuangan, pelaku usaha dapat menyusun perkiraan rencana bisnis untuk masa depan, hingga menjadi syarat bila ingin mengajukan tambahan modal. Membuat laporan keuangan tidak sesulit yang dibayangkan. Pelaku usaha, termasuk UMKM  bahkan bisa membuat laporan keuangan secara sederhana mengikuti langkah-langkah berikut.  

Langkah pertama dalam cara membuat laporan keuangan, yakni dengan cara melakukan pembukukan harian. Setelah itu, Anda dapat menarik dan mengelola data dari catatan tersebut sebagai bahan utama.

Ada sejumlah komponen utama yang biasanya ada dalam laporan keuangan, yakni: aset, laba komprehensif, distribusi kepada pemilik, ekuitas, pengeluaran, keuntungan, investasi oleh pemilik, liabilitas, kerugian, dan pendapatan.

Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai penyusunan laporan keuangan, Anda perlu mengetahui jenis-jenis komponen laporan keuangan yang dilansir dari laman Freshbook berikut.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Pertama, ada neraca keuangan. Di dalamnya terdapat aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham selama periode tertentu. Untuk menyusun neraca, Anda perlu membuat daftar aset di sisi halaman.

Apa saja yang termasuk aset? Uang tunai yang Anda pegang dan simpan di bank, nilai peralatan yang Anda miliki, nilai persediaan dalam stok, serta aktiva.

Di sisi kanan ada halaman, daftar kewajiban seperti utang; saldo kredit; pinjaman bank; dan sebagainya. Terakhir, totalkan aset dan kewajiban lalu kurangi kewajiban dari aset Anda. Hasilnya merupakan ekuitas pemilik bisnis.

Kedua, lembar pendapatan yang berisi pemasukan, beban, dan pendapatan/kerugian dalam satu periode. Anda harus mengumpulkan semua jenis pendapatan dalam periode waktu tertentu. Itu bisa berupa penjualan grosir/eceran dan pemasukan dari penyewaan. Selanjutnya, jumlahkan total pengeluaran seperti bahan baku, gaji, iklan, peralatan, dan sewa properti.

Ketiga, laporan arus kas. Laporan ini antar lain memuat arus masuk dan arus kas keluar, serta saldo akhir selama satu periode. Ada tiga bagian di dalamnya, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

Cara Membuat Laporan Keuangan untuk UMKM

Untuk membuat laporan keuangan, ikuti langkah-langkah berikut.

- Buat perkiraan penjualan

Susun spreadsheet berisi proyeksi penjualan Anda selama tiga tahun. Buat kolom yang berbeda setiap bulan pada tahun pertama, serta setiap tiga bulan pada tahun kedua dan ketiga.

- Buat anggaran pengeluaran

Pahami berapa biaya yang harus Anda keluarkan untuk menghasilkan perkiraan penjualan tersebut. Pertimbangkan biaya tetap (sewa dan gaji) serta biaya variabel (iklan dan promosi) ketika membuat anggaran.

- Kembangkan laporan arus kas

Anda harus menunjukkan riwayat keluar-masuknya uang dalam bisnis. Laporan keuangan historis ini berguna untuk memproyeksikan arus kas ke depannya.

- Perkirakan laba bersih

Laporan laba rugi bisnis Anda dapat memperinci perkiraan untuk bisnis selama tiga tahun ke depan. Masukkan perkiraan penjualan, proyeksi pengeluaran, dan laporan arus kas Anda. Laba bersih adalah margin kotor dikurangi biaya, bunga, dan pajak.

- Hitung aset dan liabilitas

Bila masih ada aset dan kewajiban yang tidak ada di laporan laba rugi, lalu memproyeksikan kekayaan bersih bisnis di penghujung tahun fiskal.

- Raih titik impas (breakeven point)

Titik impas adalah saat pengeluaran bisnis Anda sesuai dengan volume penjualan. Proyeksi pendapatan tiga tahun harus memungkinkan Anda mengantongi analisis tersebut. 

Related Articles