Jakarta, FORTUNE - Karyawan menginginkan lingkungan kerja yang lebih sehat, terutama yang memprioritaskan kesehatan mental mereka. Dalam laporan Fortune.com, dikutip Rabu (5/6) hampir semua pekerja yang disurvei dalam Survei Kerja di Amerika 2023 oleh American Psychological Association (92 persen) mengatakan bahwa sangat penting atau agak penting bagi mereka untuk bekerja di organisasi yang menghargai kesejahteraan emosional dan psikologis mereka.
Namun, 77 persen melaporkan telah mengalami stres terkait pekerjaan dalam sebulan terakhir, dan 43 persen khawatir bahwa memberi tahu atasan mereka tentang kondisi kesehatan mental akan berdampak negatif pada mereka di tempat kerja.
Ketika karyawan menderita, bisnis juga menderita. Depresi yang tidak ditangani, misalnya, telah merugikan ekonomi AS lebih dari $51 miliar dalam bentuk ketidakhadiran dari pekerjaan dan hilangnya produktivitas, menurut kelompok advokasi nirlaba Mental Health America.
Namun, apa sebenarnya yang membuat tempat kerja menjadi sehat? Bagaimana pengusaha dapat menjaga kesejahteraan mental karyawan dengan cara yang mendorong moral perusahaan dan keuntungan?
"Ketika Anda memikirkan lingkungan kerja yang sehat, Anda hanya berusaha menciptakan ruang bagi karyawan Anda di mana mereka merasa didengar dan didukung," kata Dr. Asima Ahmad, co-founder dan chief medical officer dari Carrot Fertility, dalam diskusi panel di konferensi Brainstorm Health Fortune di Dana Point, California.
"Itu bisa melalui manfaat kesehatan; itu bisa melalui manfaat lain; itu bisa melalui sumber daya yang tersedia di tempat," katanya, menambahkan.
Menurutnya, ketika berinvestasi pada karyawan artinya harus membangun kepercayaan bahwa perusahaan mendukung mereka, dan mereka akan terus bekerja keras dan mampu berinvestasi kembali pada apa yang diharapkan perusahaan. Berikut adalah tips mereka untuk menciptakan tempat kerja yang sehat dan bahagia.