Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Amman Mineral Raup Laba US$163 Juta pada Kuartal I-2026
Ilustrasi Pertambangan Amman/Dok Amman
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk mencatat laba bersih US$163 juta pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi US$138 juta di periode sama tahun sebelumnya dengan margin laba 20 persen.
  • Produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering, katoda tembaga 27.670 ton, dan emas murni 66.209 ons, menghasilkan penjualan bersih sebesar US$808 juta serta EBITDA US$508 juta.
  • Anak usaha Amman resmi bergabung dengan International Copper Association sebagai anggota pertama dari Asia Tenggara untuk memperkuat kolaborasi global dan komitmen terhadap produksi tembaga berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Amman Mineral Internasional Tbk (Amman) mengawali 2026 dengan catatan gemilang. Emiten pertambangan ini membukukan laba bersih US$163 juta atau setara Rp2,8 triliun pada kuartal I-2026. Capaian ini sekaligus membalikkan keadaan setelah pada periode sama pada tahun sebelumnya perusahaan sempat menderita kerugian US$138 juta.

Dengan perolehan tersebut, Amman kini mengantongi margin laba 20 persen. Peningkatan profitabilitas ini dipicu oleh kinerja operasional yang moncer pada seluruh lini bisnis perusahaan.

Direktur Utama Amman, Arief Sidarto, mengatakan produksi konsentrat perusahaan mencapai 167.792 metrik ton kering. Hal ini didukung oleh volume penambangan bijih segar yang meningkat serta perbaikan kadar bijih.

“Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis,” ujar Arief melalui keterangan resminya yang dikutip Jumat (8/5).

Di sisi lain, produksi katoda tembaga Amman mencapai 27.670 ton, sementara produksi emas murni mencapai 66.209 ons.

Selama periode tiga bulan pertama tahun ini, Amman sukses mencetak penjualan bersih senilai US$808 juta. Hasil ini mengerek posisi EBITDA perusahaan ke angka US$508 juta dengan margin EBITDA yang tebal pada level 63 persen.

Amman juga memperkuat cengkeraman strategisnya. Melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, perusahaan resmi bergabung dengan International Copper Association (ICA). Amman menulis sejarah sebagai anggota pertama ICA yang berasal dari Asia Tenggara.

Direktur Amman, Naveen Chandralal, menyebut keanggotaan ini sebagai wadah strategis berbagi praktik terbaik dalam aspek keberlanjutan.

“Juga berkolaborasi dengan anggota ICA lainnya untuk memenuhi permintaan tembaga dunia yang terus meningkat secara bertanggung jawab dan transparan,” kata Naveen.

ICA merupakan organisasi global yang beranggotakan 39 perusahaan dari enam benua, mewakili lebih dari 50 persen produksi tembaga dunia.

Masuknya Amman ke dalam asosiasi ini mempertegas komitmen perusahaan terhadap standar produksi yang bertanggung jawab.

Editorial Team