Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
logo PT Antam Tbk. (IDN Times/Hana Adi Perdana)
logo PT Antam Tbk. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Intinya sih...

  • ANTAM menjajaki kerja sama dengan IBC dan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. terkait pengembangan hilirisasi nikel sebagai bagian dari ekosistem baterai.

  • Konsorsium Zhejiang Huayou Cobalt melibatkan HYD Investment Limited EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk, untuk membangun rantai pasok baterai di Indonesia.

  • Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan framework agreement pada 30 Januari 2025, dengan nilai investasi mencapai US$5-6 miliar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Aneka Tambang (ANTAM) menjajaki kerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd terkait pengembangan hilirisasi nikel sebagai bagian dari pengembangan ekosistem baterai.

Konsorsium Zhejiang Huayou Cobalt yang melibatkan HYD Investment Limited EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk, akan membangun rantai pasok baterai dari hulu hingga hilir di Indonesia, meliputi pengelolaan umber daya niikel, pengolahan dan pemurnian, hingga produksi baterai.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan framework agreement pada 30 Januari 2025. Kendati demikian kesepakatan tersebut belum berlaku efektif pada tanggal penandatanganan, sampai dipenuhinya eluruh kondisi persyaratan eperti yang diatur dalam framework.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyatakan dalam kerja sama ini ANTAM akan berperan sebagai penyedia bahan baku strategis. ANTAM optimistis kerja sama tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, hukum, atau kelangsungan usaha.

"ANTAM memandang kolaborasi ini sebagai bagian dari transformasi strategis untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri," ujar Untung, Senin (2/2).

Sementara itu, Presiden Direktur Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., Chen Xuehua, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global baterai terintegrasi, baik dari sisi sumber daya maupun visi kebijakan industrialisasi.

"Huayou melihat Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pengembangan industri baterai global. Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen menghadirkan teknologi, pengalaman industri, serta praktik keberlanjutan global untuk mendukung pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia," katanya.

Adapun, ekosistem baterai terintegrasi yang direncanakan mencakup pengembangan fasilitas baterai dengan potensi target kapasitas hingga 20 GWh dan nilai investasi ekosistem baterai terintegrasi ini mencapai US$5-6 miliar.

Editorial Team

EditorEkarina .