Jakarta, FORTUNE - PT Argo Pantes Tbk (ARGO) memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gudang Build to Suit (BTS) untuk J&T Cargo.
Thomas Wahyu Kalaij, Direktur Utama ARGO, mengatakan gudang baru ini akan menjadi salah satu kawasan strategis jaringan bisnis logistik J&T Cargo di Indonesia terutama di kawasan Jabodetabek.
"Proyek ini sejalan dengan rencana strategis Argo untuk terus meningkatkan hunian lahan sewa gudang, terutama dengan kontrak jangka panjang yang dapat memberikan arus kas lebih stabil di tahun mendatang," katanya dalam siaran pers, Jumat (24/4).
ARGO memperkirakan nilai yang digelontorkan atas peroyek ini mencapai Rp120 miliar, dengan target pembangunan selesai pada Februari 2027.
Pada 11 Februari 2026 Argo telah menandatangani Perjanjian Kontrak Sewa Gudang dengan J&T Cargo dengan nilai kontrak Rp221 miliar untuk jangka waktu sewa 120 bulan atau 10 tahun.
ARGO merupakan perusahaan yang fokus di bisnis logistik dan pegudangan. Pada 2025, ARGO mengantongi laba bersih Rp71,1 miliar. Perolehan ini merupakan keberhasilan perseroan yang sebelumnya membukukan kerugian Rp8,13 miliar.
Sementara itu, pendapatan yang diraup pada tahun lalu mencapai Rp112,3 miliar, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp102,9 miliar.
Dari sisi neraca, ARGO mencatat total aset sebesar Rp1,12 triliun, relatif stabil dibandingkan posisi pada 2024. Di sisi lain, liabilitas mengalami penurunan menjadi Rp422,7 miliar dari sebelumnya Rp493 miliar. Sementara itu, ekuitas tercatat meningkat menjadi Rp193 miliar, naik dari Rp121 miliar pada tahun sebelumnya.
Pada perdagangan 24 April 2026, saham ARGO ditutup di level Rp1.050 per saham, naik lima persen dalam sehari, mencerminkan respons positif pasar terhadap pergerakan kinerja dan kondisi keuangan perseroan.
