BUSINESS

Ekspor Sarang Walet Indonesia ke Cina Berpeluang Naik Tahun Depan

Sarang walet Indonesia diakui punya kualitas bagus.

Ekspor Sarang Walet Indonesia ke Cina Berpeluang Naik Tahun DepanIlustrasi sarang burung walet. (Pixabay/16081684)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

28 December 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNEEkspor sarang burung walet dari Indonesia ke Cina berpeluang naik. Sejumlah pasar pun berpeluang terbuka bagi salah satu komoditas potensial ini, misalnya Cina. 

Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Beijing, Cina, Parulian Silalahi, mengatakan importir sarang burung wallet di Cina mengakui kualitas produk Indonesia sangat bagus dibandingkan negara lain. “Sarang burung walet untuk ke Cina sangat besar peluangnya untuk ditingkatkan,” ujarnya dalam webinar ‘Export Outlook 2024’, pada Rabu (27/12).

Sarang burung walet asal Indonesia sudah lama menjadi komoditas unggulan untuk diekspor ke Cina. Menurut data periode 2018-2022, komoditas sarang burung walet mencapai 86,36 persen dari total ekspor dalam sektor peternakan. Ekspor produk ini ke Cina bahkan bisa mencapai nilai Rp5,8 triliun pada tahun 2022.

Peningkatan kualitas

Agar ekspor sarang burung walet ke Cina bisa terus meningkat, kata Parulian, para produsen di dalam negeri harus bisa bersaing meningkatkan kualitasnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan hilirisasi.

"Kita perlu meningkatkan standardisasi, kualitas, kepastian suplai. Tidak menutup kemungkinan untuk hilirisasi, kalau ada nilai tambah yang bisa dilakukan daripada dalam bentuk mentah untuk ekspor," kata Parulian.

Komoditas ekspor lain

Selain sarang burung walet, Parulian mengatakan komoditas lain yang juga berpotensi untuk terus ditingkatkan sebagai ekspor ke Cina yakni durian, kelapa, dan kopi.

Berdasar pada data Export Potential Map, potensi ekspor durian ke Cina mencapai Rp2,6 miliar per bulan pada 2022. Sedangkan, tren minum kopi sedang berkembang pesat di Cina, sejak 2018.

Khusus untuk ekspor kelapa, Indonesia bersaing cukup ketat dengan Vietnam dan Thailand. Namun, Indonesia memiliki keunggulan dalam hal lahan yang lebih luas, kontur tanah yang lebih baik, dan posisi geografis yang lebih baik dalam menghasilkan kelapa.

“Kita juga berada di kawasan yang cocok untuk perkebunan kelapa sehingga bisa menjajaki ini untuk di Cina,” katanya.