Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). (dok. BUMA)

Intinya sih...

  • Ronald Sutardja ditunjuk sebagai Direktur Utama BUMA menggantikan Indra Kanoena per 1 Januari 2025.

  • Ronald memiliki rekam jejak memimpin BUMA pada periode 2014–2021 dengan kinerja operasional yang solid dan memperluas portofolio klien.

  • Penunjukan Ronald bertujuan memperkuat disiplin eksekusi, keselarasan antara grup dengan unit bisnis operasionalnya, serta menavigasi tantangan industri pertambangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) mengumumkan transisi kepemimpinannya. Anak perusahaan utama dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) ini resmi menunjuk Ronald Sutardja sebagai Direktur Utama BUMA per 1 Januari 2025, menggantikan Indra Kanoena yang masa jabatannya resmi berakhir.

Sebelum dipercaya kembali memimpin perusahaan, Ronald menjabat sebagai Komisaris Utama BUMA. Ia memiliki rekam jejak memimpin BUMA pada periode 2014–2021. Pada periode tersebut, perusahaan diklaim membukukan kinerja operasional yang solid sekaligus memperluas portofolio klien dan jangkauan operasional, sehingga ia dipercaya kembali.

Manajemen BUMA menilai, pengalaman Ronald dalam perumusan strategi perusahaan, serta pemahamannya terhadap operasional, klien, dan pengelolaan sumber daya manusia, menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika industri pertambangan. Apalagi kondisi industri pertambangan tahun ini diperkifakan kian menantang akibat kompleksitas operasional dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Di Indonesia, tekanan untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi serta keandalan dalam pemenuhan layanan tetap intens. Dinamika ini menegaskan pentingnya eksekusi yang kuat pada ketahanan operasional serta pengelolaan kontrak yang disiplin," demikian tulis manajemen BUMA di keterangan resmi, Jumat (2/1).

Di tengah kondisi tersebut, BUMA mengatakan tetap beroperasi dengan fundamental yang kokoh, menjaga relasi jangka panjang dengan para pelanggan, serta memperoleh dukungan berkelanjutan dari mitra pendanaan, termasuk perbankan nasional serta pemegang obligasi dan sukuk.

Hingga kuartal ketiga 2025, Bukit Makmur Mandiri meraih pendapatan US$730,1 juta, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$854,91 juta. Kendati demikian rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk pada periode tersebut mencapai US$69,8 juta, membengkan dari periode yang sama 2024 yakni US$20,6 juta.

Dewan Komisaris juga menyatakan bahwa penunjukan Ronald adalah upaya memperkuat disiplin eksekusi dan memastikan keselarasan yang lebih erat antara grup dengan unit-unit bisnis operasionalnya, serta menavigasi tantangan industri. Harapannya BUMA berada dalam posisi yang kuat untuk mencapai kinerja jangka panjang yang berkelanjutan.

Berikut susunan manajemen BUMA efektif 1 Januari 2026:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Ashish Gupta
Komisaris Independen: Hamid Awaluddin
Komisaris Independen: Soemarno Witoro Soelarno

Dewan Direksi
Direktur Utama: Ronald Sutardja
Wakil Direktur Utama: Nanang Rizal Achyar
Direktur: Silfanny Bahar

Editorial Team

EditorEkarina .