Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh simulasi perhitungan HPP pada kasus berikut.
Pak Budi mengelola bisnis katering rumahan ayam goreng bawang putih. Ia bisa memproduksi 1.000 paket dalam satu bulan. Pada awal bulan September, data keuangan mencatat:
Persediaan awal bahan baku: Rp7.000.000
Pembelian kotor bahan baku selama bulan berjalan: Rp10.000.000
Biaya ongkos kirim bahan baku: Rp500.000
Retur pembelian bahan baku: Rp200.000
Potongan pembelian: Rp200.000
Sisa persediaan akhir bulan bahan baku: Rp5.000.000 (hasil stock opname)
Berikut tahapan cara menghitung HPP bisnis katering milik Pak Budi.
Langkah 1: Menghitung pembelian bersih
Pembelian bersih = (Pembelian kotor + biaya angkut) - (retur pembelian + diskon)
= (Rp10.000.000 + Rp500.000) - (Rp200.000 + Rp200.000)
= Rp10.100.000
Langkah 2: Menghitung barang yang tersedia untuk dijual
Barang tersedia untuk dijual = Persediaan awal + pembelian bersih
= Rp7.000.000 + Rp10.100.000
= Rp17.100.000
Langkah 3: Menghitung harga pokok penjualan (HPP)
HPP = Barang tersedia untuk dijual - persediaan akhir
= Rp17.100.000 - Rp5.000.000
= Rp16.600.000
Langkah 4: Menghitung HPP per unit
Harga per unit = HPP ÷ jumlah produk
= Rp16.600.000 ÷ 1.000
= Rp16.600
Jadi, harga pokok penjualan untuk satu paket ayam goreng bawang putih di katering Pak Budi sekitar Rp16.600 untuk periode bulan berjalan.