Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Menghitung HPP, Lengkap dengan Rumus dan Contohnya
ilustrasi menghitung HPP (pexels.com/Pixabay)
  • HPP adalah total biaya langsung untuk memperoleh atau membuat produk siap jual dalam periode tertentu.

  • Rumus HPP ialah persediaan awal ditambah pembelian bersih, lalu dikurangi persediaan akhir.

  • Ada beberapa kesalahan umum dalam menghitung HPP, seperti mengabaikan biaya overhead hingga menganggap semua biaya operasional termasuk HPP.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah mendengar istilah harga pokok penjualan atau HPP? Istilah tersebut sering muncul dalam dunia bisnis perdagangan maupun manufaktur. 

Secara umum, HPP adalah total biaya langsung yang dikeluarkan untuk memperoleh atau membuat produk siap jual dalam periode tertentu. Perhitungan HPP membantu pemilik bisnis menentukan harga jual produk serta menentukan kelayakan biaya produksi.

Agar bisnis berjalan efisien, berikut cara menghitung HPP lengkap dengan contohnya yang penting diketahui pebisnis.

Rumus dasar cara menghitung HPP

Pada dasarnya, rumus dasar cara menghitung HPP adalah dengan menjumlahkan pembelian bersih dengan persediaan awal pada periode tertentu. Kemudian, hasil jumlahnya dikurangi dengan persediaan akhir periode. 

Hasilnya, pebisnis bisa melihat total biaya produksi sampai siap dipasarkan ke konsumen. Berikut rumus dalam menghitungnya:

HPP = (Persediaan awal + pembelian bersih) - persediaan akhir

Keterangan

  • Persediaan awal: nilai total stok barang atau bahan baku yang tersedia pada periode awal, seperti awal tahun atau awal bulan.

  • Pembelian bersih: total seluruh pembelian stok barang ditambah biaya angkut, dikurangi diskon dan retur pembelian.

  • Persediaan akhir: jumlah barang yang masih tersisa pada akhir periode akuntansi, baik di akhir bulan atau tahun.

Contoh menghitung HPP

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh simulasi perhitungan HPP pada kasus berikut.

Pak Budi mengelola bisnis katering rumahan ayam goreng bawang putih. Ia bisa memproduksi 1.000 paket dalam satu bulan. Pada awal bulan September, data keuangan mencatat:

  • Persediaan awal bahan baku: Rp7.000.000

  • Pembelian kotor bahan baku selama bulan berjalan: Rp10.000.000

  • Biaya ongkos kirim bahan baku: Rp500.000

  • Retur pembelian bahan baku: Rp200.000

  • Potongan pembelian: Rp200.000

  • Sisa persediaan akhir bulan bahan baku: Rp5.000.000 (hasil stock opname)

Berikut tahapan cara menghitung HPP bisnis katering milik Pak Budi.

Langkah 1: Menghitung pembelian bersih 

Pembelian bersih = (Pembelian kotor + biaya angkut) - (retur pembelian + diskon)

= (Rp10.000.000 + Rp500.000) - (Rp200.000 + Rp200.000)

= Rp10.100.000

Langkah 2: Menghitung barang yang tersedia untuk dijual

Barang tersedia untuk dijual = Persediaan awal + pembelian bersih

= Rp7.000.000 + Rp10.100.000

= Rp17.100.000

Langkah 3: Menghitung harga pokok penjualan (HPP)

HPP = Barang tersedia untuk dijual - persediaan akhir

= Rp17.100.000 - Rp5.000.000

= Rp16.600.000

Langkah 4: Menghitung HPP per unit

Harga per unit = HPP ÷ jumlah produk

= Rp16.600.000 ÷ 1.000

= Rp16.600

Jadi, harga pokok penjualan untuk satu paket ayam goreng bawang putih di katering Pak Budi sekitar Rp16.600 untuk periode bulan berjalan.

Apa fungsi HPP bagi bisnis?

HPP menjadi dasar untuk mengetahui biaya barang yang terjual sekaligus menghitung laba kotor. Nilai HPP juga dapat digunakan untuk menentukan harga jual, mengukur margin keuntungan, dan mengevaluasi efisiensi biaya bisnis.

Berikut beberapa fungsi HPP bagi bisnis:

  • Menjadi dasar dalam menentukan harga jual produk.

  • Menghitung laba kotor yang diperoleh dari penjualan.

  • Mengukur margin keuntungan setiap produk.

  • Memantau perubahan biaya produksi atau pembelian barang.

  • Mengevaluasi efisiensi pengelolaan biaya dan persediaan.

Kesalahan yang sering terjadi saat menghitung HPP

Dalam menghitung HPP, ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan pelaku usaha. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat menghitung HPP:

  • Mengabaikan biaya overhead produksi, seperti listrik, air, gas, atau sewa tempat

  • Tidak memasukkan persediaan awal dalam perhitungan

  • Menggabungkan ongkos kirim pembelian bahan baku dengan ongkos kirim ke pembeli

  • Mengabaikan retur dan potongan pembelian

  • Melupakan perhitungan fisik persediaan barang atau stock opname secara berkala

  • Menggunakan angka HPP yang sama terus-menerus sejak awal membuka usaha tanpa memperbarui saat harga bahan naik

  • Menganggap semua biaya operasional sebagai HPP.

Demikian cara menghitung HPP melalui rumus sederhana lengkap dengan contoh perhitungannya. Semoga bermanfaat.

FAQ seputar cara menghitung HPP

Apa rumus untuk menghitung HPP?

Rumus utama HPP dengan menjumlahkan persediaan awal dengan pembelian bersih, lalu menguranginya dengan persediaan akhir.

Apakah ada aplikasi untuk menghitung HPP?

Ya. Ada banyak aplikasi dan platform yang bisa digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP) dengan mudah dan akurat.

Kenapa harus menghitung HPP?

Tujuan utama dari perhitungan HPP adalah untuk mengetahui total biaya yang harus dikeluarkan dalam mengelola produksi barang atau jasa secara akurat.

HPP dan harga jual apakah sama?

Tidak. HPP adalah total biaya yang dikeluarkan atas suatu produk atau jasa, sedangkan harga jual merupakan nilai yang ditawarkan kepada konsumen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article