Central Omega Operasikan PLTS 256 kWp di Tambang Morowali

Central Omega mulai mengoperasikan PLTS 256 kWp untuk memenuhi kebutuhan listrik internal di area pertambangan Morowali Utara.
Fasilitas hybrid off-grid itu dilengkapi BESS berkapasitas 251 kWh dan disebut sebagai PLTS pertama untuk pertambangan di wilayah tersebut.
Perusahaan memperkirakan PLTS dapat mengurangi emisi karbon sekitar 344 ton per tahun melalui kerja sama dengan Xurya.
Jakarta, FORTUNE — PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 256 kWp di area pertambangan PT Mulia Pacific Resources di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
PLTS yang diresmikan pada Selasa (29/9) itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik internal di area operasional pertambangan. Infrastruktur itu juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di wilayah Kabupaten Morowali Utara.
Fasilitas energi surya tersebut merupakan sistem hybrid off-grid yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 251 kWh. Pemerintah Kabupaten Morowali Utara menyebut fasilitas tersebut sebagai PLTS pertama yang digunakan untuk kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.
Direktur Operasi Central Omega Resources, Andi Jaya mengatakan pengoperasian PLTS menjadi tahap awal pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kegiatan operasional perseroan.
“Pengoperasian PLTS ini sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan kegiatan operasional pertambangan yang lebih rendah emisi serta mendukung terbentuknya rantai pasok nikel yang bertanggung jawab,” ujar Andi dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9).
Dengan beroperasinya PLTS ini, perusahaan memperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 344.000 kilogram atau 344 ton per tahun.
PLTS dibangun oleh PT Xurya Daya Indonesia (Xurya), perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan PLTS dan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Central Omega.
Dalam pengoperasiannya, Central Omega bekerja sama dengan Xurya melalui skema penyediaan dan sewa-menyewa sistem atau infrastruktur PLTS. Perseroan menegaskan skema tersebut bukan merupakan transaksi jual beli listrik.
Perseroan juga menyatakan akan terus mengevaluasi pemanfaatan energi terbarukan dengan mempertimbangkan aspek teknis, operasional, ekonomi, serta kebutuhan energi.



















