CEO EFN Jeremy Sim Ungkap Strategi Diversifikasi Erajaya Group

EFN mengusung strategi berpusat pada konsumen untuk mempererat interaksi, memahami preferensi, serta membangun portofolio food, grocery, dan lifestyle yang tahan lama.
Melalui GrandLucky dan Brastagi, EFN memperkuat rantai pasok lewat evaluasi harga, direct sourcing dari petani lokal, serta pengembangan hubungan dengan pemasok.
EFN mengeksplorasi greenhouse, hidroponik, dan skema offtake untuk ketahanan pasokan, sambil menargetkan pengembangan merek lokal berfundamental kuat hingga mampu bersaing global.
Jakarta, FORTUNE - Erajaya Food & Nourishment (EFN) mengusung strategi consumer-centric dan penguatan rantai pasok guna merespons potensi pertumbuhan sektor food & beverage (F&B) serta grocery di Indonesia. Aksi diversifikasi oleh Erajaya Group ini dirancang membangun hubungan lebih dekat dengan konsumen melalui interaksi berfrekuensi tinggi, sekaligus menciptakan portofolio bisnis yang memiliki daya tahan serta menguntungkan dalam jangka panjang.
CEO Erajaya Food & Nourishment, Jeremy Sim, mengatakan ekspansi ke sektor food, grocery, dan lifestyle memberikan kesempatan bagi perusahaan berinteraksi lebih intensif serta memperoleh pemahaman mendalam mengenai kebutuhan dan perilaku konsumen.
"Diversifikasi ke bisnis food & nourishment merupakan bagian dari strategi Erajaya Group membangun hubungan lebih dekat dengan konsumen," demikian Jeremy dalam pemaparan di hadapan pers.
Menurutnya, pendekatan consumer-centric tersebut berfokus pada pemahaman preferensi konsumen. Pada sektor F&B, EFN melihat potensi bisnis tidak hanya sebatas produk makanan dan minuman, tetapi juga sebagai pembentuk gaya hidup dan komunitas. Oleh karena itu, EFN menekankan pentingnya penawaran nilai relevan demi menjaga keseimbangan antara akuisisi dan retensi konsumen.
Pada sektor grocery, EFN mengandalkan merek GrandLucky dengan mengedepankan kombinasi variasi produk, kualitas, kelengkapan, serta pengalaman berbelanja. Keseimbangan antara kelengkapan produk dan harga yang kompetitif dijaga melalui evaluasi harga berkala untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Kekuatan bisnis supermarket tersebut ditopang oleh penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir. EFN menerapkan pendekatan direct sourcing melalui merek Brastagi di Medan, yang menghubungkan perusahaan secara langsung dengan petani lokal guna meningkatkan efisiensi rantai pasok.
"Melalui GrandLucky, EFN terus mengeksplorasi penguatan value chain, termasuk melalui hubungan yang lebih dekat dengan pemasok dan petani serta pengembangan model pertanian yang lebih modern untuk mendukung efisiensi dan ketahanan pasokan," kata Jeremy.
Ke depan, GrandLucky mengeksplorasi penerapan model pertanian modern seperti greenhouse dan hydroponic farming untuk memitigasi risiko cuaca, serta memfasilitasi skema offtake yang memberikan kepastian akses pasar bagi petani.
Selain itu, pemahaman terhadap perilaku konsumen akan dibagikan ke pelaku usaha hulu guna membantu menentukan jenis produk yang sesuai dan mengantisipasi risiko oversupply.
Dalam jangka panjang, EFN membidik peluang untuk tidak hanya memboyong merek internasional ke dalam negeri, melainkan juga membesarkan merek lokal yang memiliki fundamental kuat agar mampu bersaing di pasar global.
Jeremy menambahkan, diversifikasi Erajaya Group ke sektor food & nourishment bukan sekadar mengejar pertumbuhan pendapatan jangka pendek.
"Ke depan, EFN diarahkan untuk membangun bisnis yang tidak hanya bertumbuh dari sisi revenue, tetapi juga memiliki profitability, resiliency, dan value creation yang kuat dalam jangka panjang," ujarnya.


















