BUSINESS

5 Perusahaan Bioskop Terbesar di Dunia, Ada dari Indonesia?

Mana saja perusahaan bioskop terbesar di dunia?

5 Perusahaan Bioskop Terbesar di Dunia, Ada dari Indonesia?Ilustrasi bioskop Cinépolis/Dok. Cinépolis

by Desy Yuliastuti

01 September 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan bioskop terbesar di dunia saat ini menarik diketahui, sebab terjadi banyak disrupsi dan tantangan saat pandemi Covid-19 melanda. Salah satu tantangan yang dihadapi, yakni munculnya layanan streaming seperti Netflix, Hulu, dan sebagainya.

Keberadaan layanan ini bersaing dengan bioskop dengan menawarkan film-film baru yang bisa ditonton langsung dari rumah. Tidak hanya itu, industri bioskop juga mengalami dampak negatif dari pandemi Covid-19. Banyak jaringan bioskop harus menutup sementara teater-teaternya untuk menghentikan penyebaran virus Corona.

Ketika pandemi melandai, bioskop kembali menjadi pilihan hiburan dan mengalami peningkatan jumlah penonton. Tak hanya itu, film-film baru juga menghiasi layar lebar.

Menurut laporan dari Zippia, beberapa perusahaan bioskop masih berusaha untuk mengembangkan industri film layar lebar. Berikut ini daftar perusahaan bioskop terbesar di dunia.

AMC Theatre

Salah satu perusahaan bioskop terbesar ini berkantor pusat di Kansas, Amerika Serikat (AS). Melalui 11.041 layar lebar yang dimilikinya, perusahaan mampu mencatatkan pendapatan tahunan 2022 sebesar US$3,91 miliar.

AMC Entertainment Holdings Inc. didirikan pada 1920, perusahaan ini melayani publik dengan lebih dari seribu lokasi teater di seluruh dunia, baik di AS maupun Eropa.

AMC adalah bioskop dengan banyak layar (multiplex) pertama dan merupakan jaringan bioskop pertama yang memperkenalkan penambahan tempat gelas di sandaran lengan kursi pada 1981. Konsep ini memungkinkan para pengunjung untuk menyesap minuman berkarbonasi sambil menonton film favorit dan masih dipertahankan hingga kini.

Cinépolis

Perusahaan yang berbasis di Meksiko ini memiliki 5.251 layar dan meraup pendapatan tahunan 2021 sebesar US$3,25 miliar.

Cinépolis didirikan pada 1971 oleh Enrique Ramírez Villalón. Menjadi salah satu perusahaan bioskop terbesar di dunia, bioskop ini beroperasi di 335 lokasi di berbagai negara, termasuk Guatemala, Inggris, Kolombia, Spanyol, India, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan sebagainya.

Cinépolis saat ini mempekerjakan lebih dari 27 ribu pekerja sebagai jaringan bioskop terbesar di Amerika Latin dan hadir secara global. Jaringan bioskop ini dikenal dengan "bioskop mewah" yang inovatif untuk pelanggan VIP.

Related Topics