Comscore Tracker
BUSINESS

Laba Bersih Jasa Marga pada 2021 Meroket 222 Persen Jadi Rp1,62 T

Kenaikan laba bersih seiring dengan peningkatan pendapatan.

Laba Bersih Jasa Marga pada 2021 Meroket 222 Persen Jadi Rp1,62 TJalan Tol Jakarta - Cikampek (Japek) KM 44 milik Jasa Marga, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (26/2/2022). ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/tom.

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membukukan laba bersih Rp1,62 triliun pada 2021 atau tumbuh 222 persen dari perolehan laba 2020 yang sebesar Rp501,04 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut seiring dengan, di antaranya, peningkatan pendapatan usaha 22,8 persen yang berasal dari kontribusi kenaikan pendapatan tol 23,1 persen menjadi Rp 10,78 triliun dari sebelumnya Rp8,76 triliun. 

“Hal ini merupakan dampak positif dari telah beroperasinya ruas-ruas jalan tol baru yang juga didukung oleh meningkatnya mobilisasi masyarakat sehingga mengakibatkan peningkatan volume lalu lintas,” kata Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangan resminya, Senin (21/3).

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 28,3 persen seiring dengan pertumbuhan pendapatan tol tahun lalu. Begitu pun dengan realisasi margin EBITDA yang mencapai 65,2 persen dengan beroperasinya sejumlah ruas tol baru dan upaya efisiensi yang dilakukan perseroan pada 2021.

Total jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga

Hingga kuartal III-2021, Jasa Marga telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 55,94 kilometer, di antaranya, Tol BORR Seksi IIIA (Simpang Yasmin-Simpang Semplak) 2,85 kilometer, Tol Cinere-Serpong Seksi I (Serpong-Pamulang) 6,50 kilometer, Tol Cengkareng-Batuceper Kunciran 14,19 kilometer, dan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi I dan V (Balikpapan-Samboja) 32,40 kilometer.

Total panjang jalan tol yang telah beroperasi hingga akhir 2021 adalah 1.246 kilometer, yang merupakan 51 persen jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia. Sementara itu, total konsesi jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga hingga akhir 2021 mencapai 1.603 kilometer di seluruh Indonesia.

Perseroan divestasi kepemilikan saham jalan tol

Di samping itu, dalam rangka mengoptimalkan portofolio bisnis perseroan, Jasa Marga melanjutkan program asset recycling sebagai bagian dari strategi korporasi untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan kesinambungan bisnis perseroan.

Salah satunya dengan melakukan divestasi atas kepemilikan 14 persen saham Jasa Marga di PT Marga Lingkar Jakarta, anak usaha Jasa Marga yang mengelola Jalan Tol JORR W2 Utara (Ulujami-Kebon Jeruk), serta divestasi atas kepemilikan 9 persen saham Jasa Marga di PT Jasamarga Pandaan Malang, yang merupakan anak usaha Jasa Marga yang mengelola Jalan Tol Pandaan-Malang.

Perseroan jaga tingkat suku bunga

Penurunan tingkat suku bunga acuan pada 2021 menjadi peluang bagi perseroan untuk memperoleh tingkat suku bunga yang kompetitif dari perbankan. Jasa Marga berhasil mendapatkan rata-rata tingkat suku bunga pinjaman 6,53 persen per Desember 2021.

Selain itu, Jasa Marga turut mengupayakan tingkat suku bunga tetap yang kompetitif di level anak perusahaan untuk lima tahun ke depan.

Demi meningkatkan pelayanan bagi pengguna jalan dengan berlandaskan transformasi dan inovasi berbasis teknologi, Jasa Marga juga meluncurkan Jasa Marga Tollroad Command Center tahun lalu. Jasa Marga Tollroad Command Center merupakan merupakan pusat kendali lalu lintas jalan tol pertama dan terlengkap di Indonesia yang berbasis Intelligent Transportation System.

Selain itu, perseroan juga meluncurkan aplikasi Travoy 3.0 yang dirancang sebagai asisten perjalanan digital, untuk membantu pengguna jalan tol berkendara di jalan tol dengan fitur seperti informasi tarif tol, panic shake hingga laporan pengguna jalan.

 

Related Articles