Comscore Tracker
BUSINESS

Mengenali 7 Jenis Usaha Ekstraktif Beserta Manfaatnya

Memberi pengetahuan tentang usaha ekstraktif dan manfaatnya.

Mengenali 7 Jenis Usaha Ekstraktif Beserta Manfaatnyailustrasi freelance writer (pexels.com/Vlada Karpovich)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Usaha ekstraktif adalah jenis bisnis yang memiliki peran penting dalam pasar global. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari jurnal United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), usaha ekstraktif adalah jenis usaha yang terdiri dari berbagai kegiatan yang mengarah pada ekstraksi bahan mentah dari bumi.

Misalnya, minyak, logam, mineral, dan agregat/komposit, sekaligus pengolahan, dan pemanfaatannya untuk pelanggan. Jadi, usaha ini meliputi pengelolaan sumber daya alam. Mulai dari proses eksplorasi, pengambilan dan pengumpulan, hingga pengolahannya.

Dalam menjalankan pekerjaannya, usaha ekstraktif ini tidak semata-mata hanya mengeksplorasi dan juga mengambil sumber daya. Akan tetapi bertanggung jawab pula dalam menjaga dan mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas lebih lanjut tentang pengertian dan juga contoh dari usaha ekstraktif.

Ciri-ciri badan usaha ekstraktif

Untuk dapat membedakan bentuk dan juga contoh usaha ekstraktif dari usaha lainnya, ada beberapa ciri yang perlu Anda pahami. Berdasarkan proses kegiatannya, jenis usaha ini memiliki karakter unik tersendiri. Berikut ini adalah beberapa ciri usaha ekstraktif, antara lain:

  • Mencari peruntungan dari hasil alam

Seperti bentuk kegiatan bisnis lainnya, tujuan dari usaha ekstraktif ini yaitu mengambil keuntungan yang proses pengolahan barang dari suatu kegiatan usahanya dapat memastikan jalannya prinsip ekonomi, yaitu berdagang untuk memberikan keuntungan kepada semua pihak yang terlibat.

  • Bahan langsung diambil dari alam

Selain mengambil keuntungan, usaha ekstraktif ini memiliki ciri yang unik dalam sumber keuntungannya sendiri: usaha yang satu ini mengambil bahan langsung dari alam.

Jenis usaha ekstraktif

Kegiatan pertambangan di tambang emas Martabe.

Jenis dari usaha ekstraktif bisa ditemukan dalam berbagai bidang, mulai dari pangan, sandang, sampai papan. Di bawah ini beberapa jenis usaha ekstraktif yang berguna dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia, antara lain:

  • Usaha perikanan laut

Seperti kita tahu, laut tergolong sumber daya alam terbesar yang ada di Indonesia yang menyimpan ribuan hingga jutaan biota laut yang dapat diambil manfaatnya. Kegiatan perusahaan yang memaksimalkan sumber daya perikanan laut tersebut umumnya berupa pengemasan, penangkapan, dan pendistribusian ikan.

  • Usaha di bidang kehutanan

Usaha di bidang kehutanan juga termasuk ke dalam salah satu contoh usaha ekstraktif karena memanfaatkan hasil hutan untuk kemudian diolah menjadi berbagai macam barang, mulai dari kertas, mebel, sampai bahan bangunan. Tidak berbeda halnya dengan hasil hutan lainnya, seperti misalnya tanaman bahkan getah karet yang dapat mendatangkan keuntungan jika diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kebutuhan manusia.

  • Usaha pertambangan

Jenis usaha ekstraktif selanjutnya yang bergerak di bidang pertambangan akan melakukan kegiatan pengelolaan dan juga penelitian terhadap bahan baku yang tahapannya meliputi penyelidikan, analisis kelayakan, eksplorasi wilayah, konstruksi, hingga pengolahan bahan baku. Di Indonesia, usaha pertambangan meliputi penggalian barang tambang seperti tembaga, emas, nikel, batu bara, dan beberapa hal lainnya. Begitu juga dengan minyak bumi dan juga gas alam yang semuanya adalah hasil dari perut bumi. Untuk beberapa jenis pertambangan yang mungkin sering terdengar adalah pertambangan emas di Papua, pertambangan pasir di Bangka, hingga pertambangan batu bara di Sumatra Selatan dan juga Kalimantan.

  • Usaha pertanian

Di Indonesia, pertanian adalah bidang usaha yang berpotensi besar untuk dimaksimalkan oleh masyarakat sebagai salah satu sumber penghasilan. Hal tersebut sebenarnya telah diwujudkan oleh adanya masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Alam Indonesia yang subur dan mendukung dapat membuat kegiatan pertanian menjadi lebih mudah untuk dikembangkan. Bahkan, sektor yang satu ini dianggap sebagai jalan keluar dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia.

  • Perkebunan

Perkebunan adalah salah satu usaha ekstraktif yang memanfaatkan tanaman tertentu untuk kemudian dikelola dan juga dipasarkan menjadi produk yang lebih bernilai. Mengelola perkebunan memerlukan ilmu pengetahuan, teknologi, modal, dan juga manajemen yang mumpuni supaya negara, perusahaan, sampai masyarakat dapat menikmati keuntungannya. Contoh dari produk perkebunan yang sudah tidak asing lagi yaitu teh celup yang sekarang ini sangat mudah untuk dijumpai di pasar ataupun supermarket.

  • Peternakan

Peternakan disebut juga sebagai usaha ekstraktif karena mengembangkan hewan ternak untuk kemudian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ada dua jenis hewan ternak berdasarkan ukurannya, yakni hewan ternak besar seperti kambing, kuda, sapi, dan lainnya serta hewan ternak kecil seperti bebek, ayam, kalkun, dan lain sebagainya.

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa usaha ekstraktif merupakan usaha yang kegiatannya mengambil dan memanfaatkan sumber daya alam, yang kemudian diolah menjadi produk yang berguna untuk kehidupan manusia. Contoh dari usaha ekstraktif ini bisa kita ditemukan dengan mudah di Indonesia, yang memang dipenuhi dengan sumber daya alam yang bervariasi.

Fungsi usaha ekstraktif

Dari penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan usaha ekstraktif, dapat diketahui bahwa usaha ini penting bagi ketersediaan barang di pasar. Beberapa fungsi usaha ekstraktif adalah sebagai berikut:

  • Memanfaatkan sumber daya alam
  • Sebagai bentuk pengganti produk alam lain di pasar
  • Sebagai sumber keuntungan
  • Menyediakan lapangan kerja

Related Topics

Related Articles