Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
GOTO Balikkan Rugi Rp367 Miliar Jadi Laba Rp171 Miliar per Kuartal I-2026
Logo GOTO/Dok GOTO
  • GOTO mencatat laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi Rp367 miliar tahun sebelumnya, menandai pencapaian historis pertama sejak berdiri.

  • Pendapatan bersih naik 26 persen menjadi Rp5,3 triliun dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan 22 persen dan GTV inti Grup melonjak 65 persen mencapai Rp138 triliun.

  • Unit fintech GoPay tumbuh pesat dengan pendapatan naik 58 persen ke Rp1,9 triliun dan EBITDA meningkat 674 persen, sementara layanan on-demand mencatat perbaikan tujuh kuartal berturut-turut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE -  PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mematahkan kutukan kerugian berkepanjangan dengan menorehkan tinta emas pada buku kasnya. Dalam laporan kuartal I-2026, raksasa teknologi ini membalikkan keadaan dengan meraup laba bersih Rp171 miliar dibandingkan dengan rugi Rp367 miliar pada periode sama tahun lalu.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyebut momen tersebut sebagai sejarah penting bagi entitas hasil merger Gojek dan Tokopedia tersebut.

“Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Hans dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (28/4).

Tak hanya laba bersih, nadi keuangan GOTO juga terlihat sehat melalui catatan EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp907 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka ini dianggap masih berada dalam koridor yang tepat (on-track) untuk mengejar target tahunan EBITDA di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Ekspansi bisnis GOTO pun kian perkasa. Jumlah Pengguna Bertransaksi Tahunan (ATU) melonjak 22 persen (YoY) ke angka 69 juta jiwa. Walhasil, pendapatan bersih perusahaan ikut terkerek 26 persen (YoY) menjadi Rp5,3 triliun, selaras dengan pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) inti Grup yang melesat 65 persen (YoY) menyentuh angka Rp138 triliun.

Arus kas bebas yang disesuaikan pun mencatatkan angka positif sebesar Rp1,3 triliun.

Di balik gemerlap angka tersebut, Hans tak melupakan peran para mitranya.

“GOTO mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver,” ujarnya.

Lini fintech melalui bendera GoPay menjadi primadona dalam laporan kali ini. Unit ini membukukan kenaikan pendapatan 58 persen menjadi Rp1,9 triliun. Pertumbuhan ini disokong oleh nilai buku pinjaman yang menebal serta stabilitas transaksi pembayaran.

GTV inti pada sektor ini melambung 72 persen (YoY) menjadi Rp131 triliun, dengan EBITDA yang disesuaikan melonjak 674 persen menjadi Rp364 miliar.

Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, memandang capaian ini bukan sekadar keberuntungan sesaat.

“Pencapaian ini mencerminkan operating leverage yang kini tertanam secara struktural dalam bisnis kami,” kata Simon.

Sementara itu, lini On-demand Services (ODS) pun tak mau kalah dengan menyumbang EBITDA disesuaikan sebesar Rp439 miliar, naik 40 persen dari tahun sebelumnya. Ini menandai perbaikan performa selama tujuh kuartal berturut-turut.

Dari sisi neraca, GOTO menunjukkan kinerja finansial yang cukup solid. Perusahaan melaporkan saldo kas, setara kas, serta deposito jangka pendek mencapai Rp23 triliun.

Hingga Maret 2026, total aset perusahaan ini Rp46,8 triliun dengan ekuitas Rp28,8 triliun.

Editorial Team