Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
326DFF0B-3CF2-46DC-847D-984C26CC8398_1_102_o.jpeg
Diskusi Halo BCA di BCA Expo 2026/Dok Fortune IDN

Intinya sih...

  • Puluhan ribu aduan modus penipuan itu didominasi scamming dan phishing.

  • Halo BCA telah melayani total interaksi nasabah sebanyak 30 juta interaksi selama 2025.

  • Terdapat fitur baru, yakni Voice Internet Protocol Call (VOIP).

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta,FORTUNE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menerima 23.000 laporan terkait tindak kriminalitas melalui layanan Halo BCA sepanjang 2025. Jumlah ini merupakan bagian dari sekitar 400.000 kasus kejahatan siber nasional yang terekam dalam data Indonesia Anti-Scam Center (IASC).

Modus penipuan yang paling marak menghantui nasabah mencakup scamming dan phishing dengan mencatut nama BCA. Para pelaku umumnya menggunakan taktik manipulasi psikologis, baik berupa iming-iming keuntungan maupun tekanan emosional agar korban terdesak. Akibatnya, banyak nasabah secara tidak sadar membagikan informasi rahasia kepada pihak luar.

EVP Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, menekankan perseroan terus memperkuat sinergi antara teknologi digital dan layanan fisik untuk memproteksi 43 juta rekening per akhir 2025. Salah satu garda terdepan dalam strategi perlindungan ini adalah layanan Halo BCA.

“Selama tahun 2025, Halo BCA telah melayani total interaksi nasabah sebanyak 30 juta interaksi, baik melalui telepon, chat, maupun media sosial. Termasuk di dalamnya permintaan penanganan atas kasus kriminalitas,” ujar Adrianus dalam acara BCA Expoversary 2026 di ICE BSD City, Jumat (6/2).

Lebih lanjut, Adrianus menguraikan perbedaan antara dua modus utama yang sering ditemui. Menurutnya, scamming merupakan penipuan oleh individu yang menyamar sebagai otoritas atau institusi tertentu. Sementara itu, phishing pada intinya adalah praktik social engineering. Pelaku biasanya memanfaatkan kecerobohan atau minimnya literasi target untuk mencuri data pribadi.

Menghadapi tantangan tersebut, BCA terus menelurkan inovasi pada sistem pelayanan. Saat ini, aplikasi haloBCA telah dipersenjatai fitur Voice over Internet Protocol (VOIP). Inovasi ini memungkinkan nasabah menghubungi pusat bantuan tanpa biaya pulsa, cukup mengandalkan koneksi internet.

Memasuki 2026, aplikasi haloBCA kembali memperkaya fitur untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna. Penambahan tersebut meliputi layanan live chat, pelacakan status laporan, pembukaan blokir PIN ATM secara mandiri, pembaruan data, pengaturan OTP transaksi, hingga mekanisme persetujuan digital.

Transformasi ini sejalan dengan komitmen BCA sebagai anggota aktif Indonesia Anti-Scam Center (IASC) OJK dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Editorial Team