Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Hypermart Lippo Plaza (Instagram/hypermart_sidoarjo)
Hypermart Lippo Plaza (Instagram/hypermart_sidoarjo)

Intinya sih...

  • PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengakuisisi tiga pusat perbelanjaan sekaligus dengan total sekitar Rp247 miliar.

  • Aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah dan Bangunan dengan PT Surya Asri Lestari, PT Panca Megah Utama (PMU), dan PT Nusa Malioboro Indah.

  • Pembelian pusat perbelanjaan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha yang dijalankan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Emiten ritel, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) membeli tiga pusat perbelanjaan dengan total nilai transaksi sebesar Rp247 miliar.

Pertama, emiten pengelola ritel Hypermart ini mengakuisisi mal Sinar Matahari yang berlokasi di Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah senilai Rp49,5 miliar di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah dan Bangunan dengan PT Surya Asri Lestari. Adapun SHGB yang menjadi dasar transaksi mencakup empat bidang tanah

"Kami membeli tanah seluas 2.056 m² dan gedung pusat perbelanjaan Sinar Matahari Bogor dengan luas 1.659 m²," tulis manajemen MPPA di keterbukaan informasi, Rabu (18/2).

MPPA juga menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Panca Megah Utama (PMU) dengan aset yang ditransaksikan berupa tanah seluas 6.704 m² dan gedung pusat perbelanjaan Plaza Gresik dengan luas 15.848 m². Nilai transaksi pembelian tersebut mencapai Rp134,5 miliar.

Sementara itu, perjanjian dengan PT Nusa Malioboro Indah mencakup pembelian tanah seluas 1.658 m² dan gedung pusat perbelanjaan Gedoeng Merah ex Matahari Malioboro dengan luas 5.382 m², yang berlokasi di Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen enilai Rp68 miliar.

Manajemen mengatakan, penyelesaian transaksi pembelian tanah dan bangunan tersebut tunduk pada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pihak. Namun, perseroan tidak menyebutkan ketentuan yang harus dipenuhi.

"Pembelian pusat perbelanjaan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha yang dijalankan, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan," demikian tulis perseroan.

Sepanjang 2025, MPPA membukukan penjualan bersih meningkat 1,9 persen menjadi Rp7,25 miliar, didukung oleh permintaan pelanggan yang stabil serta pelaksanaan inisiatif strategis perseroan yang konsisten sepanjang tahun. Sejalan dengan itu laba kotor meningkat sebesar 2,8 persen menjadi Rp1.267 miliar, didorong oleh perbaikan bauran penjualan serta peningkatan relevansi penawaran produk terhadap kebutuhan pelanggan.

Editorial Team

EditorEkarina .