Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Hyundai Bukukan Rekor Pendapatan, Laba Tergerus Tarif AS
ilustrasi mobil (unsplash.com/Hyundai Motor Group)
  • Hyundai mencatat pendapatan kuartal pertama tertinggi sepanjang sejarah, mencapai KRW45,94 triliun berkat meningkatnya permintaan kendaraan hibrida di pasar global.
  • Laba operasional dan laba bersih Hyundai turun tajam masing-masing 30,8% dan 23,6% akibat kebijakan tarif dagang Amerika Serikat yang menekan margin keuntungan.
  • Penjualan kendaraan elektrifikasi tumbuh 14,2% menjadi 242.612 unit, menjadikan mobil listrik dan hibrida berkontribusi hampir seperempat dari total penjualan global Hyundai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Hyundai Motor Company mencatat pendapatan kuartal pertama tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, namun laba bersih menurun akibat kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.
  • Who?
    Hyundai Motor Company, produsen otomotif asal Korea Selatan, bersama manajemen dan pemegang sahamnya yang menerima dividen tetap sebesar KRW2.500 per saham biasa.
  • Where?
    Kinerja global Hyundai meliputi pasar utama seperti Amerika Utara, Korea Selatan, serta wilayah lain di dunia dengan pusat operasional di Korea Selatan.
  • When?
    Pencapaian dan penurunan kinerja ini terjadi pada kuartal pertama tahun 2026, mencakup periode tiga bulan awal tahun berjalan.
  • Why?
    Laba bersih tergerus karena dampak langsung dari kebijakan tarif dagang yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap produk otomotif selama periode tersebut.
  • How?
    Pendapatan meningkat berkat tingginya permintaan kendaraan hibrida dan elektrifikasi, sementara laba turun akibat beban tarif; Hyundai merespons dengan efisiensi anggaran dan strategi mitigasi risiko internal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Hyundai Motor Company mengawali 2026 dengan torehan sejarah baru. Raksasa otomotif asal Korea Selatan ini membukukan pendapatan kuartal pertama tertinggi sepanjang berdirinya perusahaan. Kinerja moncer ini dipicu oleh kuatnya gairah pasar terhadap kendaraan hibrida (hybrid).

Kendati demikian, rapor hijau pada sisi pendapatan tidak diikuti oleh laba bersih. Perusahaan harus rela melihat perolehan laba menyusut tajam akibat hantaman kebijakan tarif di Amerika Serikat.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, Hyundai mengantongi pendapatan KRW45,94 triliun, atau naik 3,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun silam. Pencapaian ini menjadi bukti kuatnya daya saing model-model kendaraan bernilai tinggi milik Hyundai di pasar global.

Namun, pada sisi laba operasional, perusahaan mengamankan KRW2,51 triliun. Nilai tersebut merosot 30,8 persen secara tahunan. Syahdan, laba bersih perusahaan juga tergerus 23,6 persen menjadi KRW2,58 triliun, dengan margin laba operasional terpangkas ke level 5,5 persen.

Penurunan tersebut merupakan dampak langsung pemberlakuan tarif dagang oleh Amerika Serikat selama periode berjalan.

Di tengah percaturan ekonomi dunia yang penuh tantangan, Hyundai tetap mampu memperluas pangsa pasar di wilayah-wilayah kunci. Penjualan wholesales secara global mencapai 976.219 unit, melandai 2,5 persen akibat ketidakpastian geopolitik yang melemahkan permintaan dunia.

Pasar Amerika Utara unjuk gigi dengan kenaikan penjualan 0,3 persen menjadi 243.572 unit. Sebaliknya, pasar domestik Korea Selatan menyusut 4,4 persen ke 159.066 unit.

Penurunan di kandang sendiri ini disinyalir karena konsumen masih menanti peluncuran jajaran model baru yang dijadwalkan meluncur sepanjang 2026.

Ihwal kendaraan ramah lingkungan, Hyundai mencatatkan pertumbuhan signifikan. Penjualan kendaraan elektrifikasi melonjak 14,2 persen menjadi 242.612 unit. Pencapaian ini ditopang oleh penjualan mobil listrik murni (EV) sebanyak 58.788 unit dan mobil hibrida (HEV) sebesar 173.977 unit.

Kini, kendaraan listrik menguasai 24,9 persen dari total penjualan global Hyundai. Khusus untuk model hibrida, kontribusinya mencapai 17,8 persen. Kedua angka ini menjadi rekor tertinggi perusahaan untuk pencapaian kuartalan, sekaligus menegaskan kepemimpinan Hyundai di kancah otomotif masa depan.

Terkait hak pemegang saham, manajemen mengumumkan pembagian dividen KRW2.500 per saham biasa. Besaran ini setara dengan periode tahun lalu, sebagai bentuk komitmen pada program peningkatan nilai pemegang saham yang dicanangkan sejak 2023.

Menatap sisa tahun ini, Hyundai membidik pertumbuhan lebih agresif melalui peluncuran model-model anyar. Secara internal, perusahaan juga memperketat disiplin anggaran melalui peninjauan anggaran berbasis nol (zero-based budgeting) serta penguatan strategi mitigasi risiko.

Editorial Team