Jakarta, FORTUNE - Perusahaan konsultan strategi global Kearney dan perusahaan executive search global menggelar acara “Empowering Women,” sebuah forum yang membahas mengenai kebutuhan akan peningkatan representasi perempuan pada posisi kepemimpinan di tempat kerja.
Dalam acara yang diselenggarakan dan didukung oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga diluncurkan buku Empowering Women: A Collection of Thoughts to Advance the Workplace. Buku ini menampilkan kisah-kisah perempuan yang berhasil menembus berbagai batasan untuk menjadi pemimpin yang sukses di bidangnya.
Partner dan President Director untuk Kearney Indonesia, Shirley Santoso, mengatakan buku ini menjadi sebuah wujud perayaan dari beberapa pemimpin perempuan yang luar biasa dan panutan saat ini.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, organisasi harus memanfaatkan momentum ini, mengakui bakat besar yang ada di antara anggota mereka, dan mengambil langkah-langkah yang sadar menuju kesetaraan gender. Para pemimpin, terlepas dari jenis kelamin, harus menghapus hambatan sistemik dan menjadi pahlawan keberagaman dan inklusi, dari ruang rapat hingga garis depan.
Dalam sambutan secara virtual, Menko Airlangga menegaskan pemerintah bertekad menghadirkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di berbagai aspek kehidupan dengan tingkat partisipasi angkatan kerja di Februari 2023 mencapai 69,3 persen.
“Namun berdasarkan gender partisipasi perempuan tercatat sebesar 54,42 persen walau ini meningkat 0,2 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya,
Menko menambahkan, secara global partisipasi perempuan dalam top management masih sangat minim. Gender sustainable static tahun 2022 menunjukkan dari 2171 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi di negara G20 hanya 23 persen perempuan di jajaran top management, 5 persen di direksi, dan 5 persen di level CEO.