Jakarta, FORTUNE – Sektor data center global diperkirakan akan terus mengalami ekspansi signifikan. Berdasarkan laporan Global Data Center Outlook 2026 terbaru dari JLL, kapasitas global data center diperkirakan hampir dua kali lipat, dari 103 GW menjadi 200 GW pada 2030.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat ini menjadi pendorong utama perubahan industri data center, dengan beban kerja AI diperkirakan akan mencakup sekitar 50 persen dari total kapasitas global pada 2030. Meski tumbuh cepat, fundamental sektor ini dinilai tetap sehat dan indikator properti tidak menunjukkan adanya risiko gelembung pasar.
Sejalan dengan pertumbuhan data center tersebut, total investasi yang diperlukan diperkirakan mencapai hingga US$3 triliun dalam lima tahun ke depan. Nilai tersebut mencakup US$1,2 triliun peningkatan nilai aset properti serta sekitar US$870 miliar pembiayaan utang baru, menandai dimulainya fase supercycle investasi infrastruktur.
“Kami sedang menyaksikan transformasi paling signifikan pada infrastruktur data center sejak migrasi cloud pertama kali terjadi,” ujar Matt Landek, Global Division President, Data Centers and Critical Environments di JLL. “Skala permintaan yang muncul sangat luar biasa. Hyperscaler mengalokasikan hingga US$1 triliun untuk belanja data center pada periode 2024 hingga 2026. Di saat yang sama, keterbatasan pasokan dan lamanya proses koneksi jaringan listrik hingga empat tahun menciptakan kondisi yang menantang dan secara mendasar membentuk ulang pendekatan kami terhadap pengembangan, sumber energi, dan strategi pasar.”
Perkembangan global ini tercermin dalam prospek pasar Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkirakan industri data center Indonesia akan tumbuh sekitar 14 persen per tahun hingga 2028, didukung pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna internet. Sejalan dengan itu, Bank Dunia memproyeksikan permintaan data center di Indonesia tumbuh hingga 16,8 persen per tahun, yang menegaskan kuatnya fundamental jangka panjang sektor ini.
“Pasar investasi properti di Indonesia saat ini tengah mengalami tren diversifikasi. Investor semakin aktif menjajaki sektor-sektor alternatif yang menawarkan stabilitas serta potensi pertumbuhan jangka panjang, dengan data center muncul sebagai salah satu segmen paling menarik, bersama dengan sektor logistik, kesehatan, dan pendidikan,” ujar Farazia Basarah, Country Head JLL Indonesia.
