Jakarta, FORTUNE - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) meraih tambahan investasi Rp17,5 triliun sepanjang kuartal I-2026. Dengan capaian tersebut, total realisasi investasi KEK sejak pertama kali dibentuk hingga kini mencapai Rp353 triliun dari 365 badan usaha dan pelaku usaha.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto menilai kawasan ini dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan nasional sebesar 8 persen. Kendati demikian harus dibarengi dengan dukungan berbagai pihak.
"KEK membutuhkan dukungan lintas kementerian-lembaga dalam percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha," ujar Airlangga dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan I-2026, Selasa (28/4).
Airlangga juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur digital untuk menjawab kebutuhan pembangunan data center seiring pesatnya perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan quantum computing.
Ia menyebut, saat ini ada dua kawasan strategis yang berpotensi untuk menjadi landing point pengembangan data center di Indonesia, yaitu KEK yang berada di Batam dan KEK Bitung.
Selain mendorong masuknya investasi, KEK juga fokus pada kualitas dan dampaknya terhadap perekonomian langsung. Masih di periode kuartal I-2026, kawasan ini telah menyerap 273.301 tenaga kerja. Sebanyak 10 KEK tercatat telah melampaui 25 persen target investasi, sementara 11 KEK mencapai lebih dari 25 persen target penyerapan tenaga kerja.
Dampak positif KEK turut diperkuat oleh Kajian Prospera yang mencatat bahwa wilayah dengan KEK mampu menarik Penanaman Modal Asing (PMA) hingga 173 persen lebih tinggi. Selain itu studi ini menyebut KEK dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekitar 4 persen dibandingkan wilayah tanpa KEK.
