Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

KEK Tarik Investasi Rp46 Triliun dan Serap 302.000 Pekerja

3 min read
KEK Tarik Investasi Rp46 Triliun dan Serap 302.000 Pekerja
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
  • KEK menarik investasi Rp382,1 triliun dan menyerap 302.000 tenaga kerja sejak 2012 hingga September 2026.

  • Pengembangan KEK diarahkan ke sektor kesehatan, pariwisata, industri, digital, teknologi, dan ekonomi kreatif.

  • Airlangga menekankan percepatan perizinan, perluasan kawasan, serta pelatihan vokasi sesuai kebutuhan KEK.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tercatat menarik investasi Rp46 triliun dan menyerap tambahan 53.000 tenaga kerja sepanjang Januari hinhga September 2026.

Sementara sejak pertama kali dibentuk pada 2012 hingga September 2026, investasi yang direalisasikan mencapai Rp382,1 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 302.000 orang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan capaian itu terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian. Suku bunga Amerika Serikat yang diperkirakan bertahan tinggi dalam waktu lama serta konflik geopolitik yang belum mereda menjadi tantangan bagi perekonomian masih nasional ke depan.

"Kawasan ekonomi khusus adalah instrumen strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen," kata Airlangga dalam konfrensi pers kinerja KEK, di Jakarta, Rabu (21/10).

Airlangga menambahkan, Indonesia masih memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan kawasan ini. Jika dibandingkan KEK Vitenam dan Malaysia dengan luas sekitar 1,8 juta hingga 2 juta hektare, luas kawasan serupa di Indonesia baru sekitar 24.000 hektare. Padahal, Indonesia memiliki wilayah yang jauh lebih luas.

"Padahal kalau kita lihat size dari negara kita jauh lebih besar. Dan tentunya ini yan menjadi kita untuk kawasan ekonomi khusus," ujar Airlangga.

  1. Percepatan Pengembangan KEK

    Karena itu, Airlangga menekankan percepatan pengembangan KEK diperlukan berbagai sektor, meliputi kesehatan, pariwisata hingga industri, digital, teknologi, dan ekonomi kreatif.

    Di sektor kesehatan, pemerintah berupaya mengurangi aliran devisa ke luar negeri akibat masyarakat Indonesia yang memilih menjalani pengobatan di negara lain. Airlangga menyebut sekitar 2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri dengan total pengeluaran diperkirakan mencapai Rp200 triliun.

    Pemerintah pun ingin mengembalikan potensi dana yang keluar tersebut dengan mengembangkan KEK kesehatan di Sanur dan Batam. Dukungan yang disiapkan mencakup relaksasi izin praktik bagi tenaga kesehatan warga negara Indonesia maupun asing, pengaturan layanan diagnostik dan penelitian stem cell, serta percepatan regulasi bersama Kementerian Kesehatan.

    Pada sektor pariwisata, pengembangan KEK diarahkan untuk mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 sebanyak 16 juta hingga 17,6 juta wistawan mencanegara, dengan target devisa sekitar US$24 miliar. Airlangga menyebut nilai tersebut setara dengan devisa dari ekspor kelapa sawit.

    Indonesia memiliki enam KEK pariwisata, termasuk Mandalika, Kura-Kura Bali, dan Tanjung Lesung. Pemerintah memperkirakan KEK Kura-Kura Bali dapat menarik 600.000 wisatawan pada 2027 dengan nilai ekonomi Rp600 miliar.

    Sementara itu, Mandalika ditargetkan mendatangkan 1,6 juta wisatawan dengan nilai ekonomi Rp8,6 triliun, sedangkan Tanjung Lesung diproyeksikan menarik 1,5 juta wisatawan dengan nilai ekonomi Rp3 triliun. Di sisi lain KEK Lidu masih perlu untuk didorong agar mencapai target 220.000 wisatawan dengan nilai Rp352 miliar

    Di sektor industri, KEK Galang Batang di Riau ditargetkan menarik Rp114 triliun dengan penyerapan 94.000 tenaga kerja. Sementara KEK Kendal Rp370 triliun dengan 250.000 tenaga kerja. Kemudian KEK Gersik menyerap Rp264 triliun dan 200.000 tenaga kerja.

    Oleh karenannya, Airlangga menekankan percepatan perizinan serta perluasan kawasan. Dalam paparannya, Airlangga menyinggung proses pengalihan hak atas lahan dari PTPN kepada Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan KEK Batang.

    Sementara itu, pengembangan KEK digital dan teknologi di Nongsa, Batam, didorong oleh tersambungnya kabel komunikasi bawah laut yang mendarat di Pulau Batam. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat daya tarik kawasan untuk investasi pusat data (data center).

    Selain itu, sektor ekonomi kreatif dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui KEK Singhasari dan Nongsa. Investasi di bidang film dan animasi menjadi salah satu fokus, dengan kegiatan produksi di Nongsa yang telah melibatkan lebih dari 1.000 animator.

    "Dari ketenagakerjaan kami harapkan terus mendorong program yang khusus sehingga bisa mengisi pelatihan vokasi sesuai kebutuhan kawasan ekonomi khusus,"pungkas Airlangga.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More