Apabila diperinci, blok migas eksploitasi yang dilelang melalui mekanisme penawaran langsung adalah Bertak Pijar Puyuh di Sumatera Selatan seluas 266,99 kilometer persegi. Minimum komitmen pasti untuk bisa mendapatkan hak pengelolaan blok migas ini adalah pekerjaan workover sebanyak lima sumur. Jumlah perkiraan cadangan terbukti mencapai 1.37 MMSTB.
Kemudian tiga blok migas eksplorasi dengan mekanisme penawaran langsung yakni North Ketapang di Jawa Timur seluas 3.121,4 kilometer persegi. Minimum komitmen pekerjaan G&G dan akuisisi dan proses seismik 3D 300 kilometer persegi. Perkiraan sumber daya migas 270.08 MMBO dan 1,580.81 BCF.
Selanjutnya ada blok Agung I di pantai Bali dan Jawa Timur seluas 6.656,73 kilometer persegi. Miminum komitmen G&G serta akuisisi proses data seismik 2D sepanjang 2.000 kilometer. Potensi sumber daya diperkirakan 985 BCF.
Blok Agung III berada di sekitar wilayah Lepas Pantai Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur. Memiliki luas 7.969,84 kilometer persegi dengan minimum komitmen G&G, akuisisi & pemrosesan Seismik 2D 2.000 kilometer. Untuk jumlah sumber daya diperkirakan mencapai 16,5 TCF.
Selanjutnya ada empat blok migas eksplorasi yang ditawarkan dengan mekanisme reguler. Pertama adalah blok West Palmerah yang merupakan blok onshore di Sumatera Selatan dan Jambi seluas 566,3 kilometer persegi dengan minimum komitmen pasti G&G, akuisisi dan proses seismik 2D 200 kilometer. Total sumber daya 71.7 MMBO and 270.9 BCF.
Kedua adalah blok Paus di lepas pantai Natuna dengan luas 8.214 kilometer persegi. Minimum komitmen pasti blok Paus adalah G&G akuisisi dan proses seismik 3D 200 kilometer persegi serta pengerjaan satu sumur eksplorasi. Blok Paus memiliki perkiraaan sumber daya 2,555.78 BCF.
Ketiga, blok Maratua II di daratan dan lepas pantai Kalimantan utara seluas 5.333,33 kilometer persegi dengan minimum komitmen pasti G&G lalu akuisisi dan proses seismik 2D sejauh 1.000 kilometer. Blok Maratu II memiliki perkiraan sumber daya 107.06 MMBO or 556.77 BCF.
Terakhir adalah blok Karaeng di daratan lepas pantai Sulawesi Selatan dengan luas 6.845,36 kilometer persegi. Minimum komitmen pasti G&G akuisisi dan proses seismik 2D 200 kilometer.