Jakarta, FORTUNE - Perubahan iklim diproyeksikan bakal merugikan ekonomi global dengan nilai mencapai US$894 miliar pada tahun 2030. Bahkan, nilai itu belum termasuk dengan kerugian non-ekonomi yang akan terjadi di berbagai negara.
Kepala Divisi Tata Kelola Lingkungan dan Keadilan Iklim ICEL Syaharani menyebut, urgensi ini menuntut berbagai negara untuk mengalokasikan pendanaan untuk loss and damage dari perubahan iklim tersebut.
"Saat ini, hampir 90 persen pendanaan iklim global ditujukan untuk mitigasi, padahal kerugian ekonomi akibat perubahan iklim diproyeksikan akan mencapai US$ 447 miliar hingga US$894 miliar per tahun pada 2030,” kata Syaharani melaui keterangan resmi usai menghadiri High Level Panel bertema Climate Finance Needs of Developing Countries yang diadakan oleh Sekretariat UNFCCC yang dikutip di Jakarta, Jumat (22/11).