Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
creations.mattel.com
creations.mattel.com

Jakarta, FORTUNE - Mattel Inc. perusahaan manufaktur mainan dan hiburan yang berbasis di Amerika Serikat, memaparkan kinerja kuartal IV dan tahun penuh 2025 pada Selasa, 10 Februari 2026 waktu setempat melalui conference call. Hasilnya menunjukkan performa yang beragam. Meski mencatat pertumbuhan di sejumlah segmen utama, Mattel dinilai tidak memenuhi ekspektasi analis. Saham Mattel turun 2,05 persen ke level US$21,54 setelah pengumuman, sebelum sedikit pulih 0,23 persen pada perdagangan setelah jam bursa.

Pada kuartal IV 2025, Mattel membukukan pertumbuhan gross billings sebesar 6 persen. Namun, laba per saham (EPS) yang disesuaikan hanya mencapai US$0,39, jauh di bawah proyeksi analis sebesar US$0,54 atau meleset sekitar 27,78 persen. Pendapatan tercatat US$1,77 miliar, lebih rendah 4,32 persen dari ekspektasi pasar sebesar US$1,85 miliar.

“Kami mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat pada kuartal keempat dan permintaan konsumen positif di seluruh wilayah, baik untuk kuartal maupun setahun penuh. Namun, gross billings di Amerika Serikat pada Desember tumbuh lebih rendah dari perkiraan,” ujar Chairman dan CEO Mattel, Ynon Kreiz, dalam presentasinya.

Adapun kinerja Mattel pada kuartal IV 2025 bervariasi antar kategori produk. Segmen Vehicles mencatat pertumbuhan kuat sebesar 16 persen, ditopang oleh kinerja dua digit merek Hot Wheels. Kategori Challenger, yang mencakup action figure, building sets, dan permainan tumbuh 14 persen, didorong oleh performa merek Jurassic, Minecraft, WWE, serta UNO yang membukukan pertumbuhan untuk kuartal ke-10 berturut-turut.

Sebaliknya, kategori Infant, Toddler, and Preschool turun 10 persen, dipengaruhi oleh langkah keluar strategis dan melemahnya kinerja Fisher-Price. Kategori Dolls relatif stagnan dibandingkan tahun sebelumnya. American Girl mencatat pertumbuhan untuk kuartal kelima berturut-turut, sementara Barbie masih menghadapi tekanan pasar.

Secara tahunan, perbedaan kinerja antar kategori semakin terlihat. Dari sisi geografis, pasar internasional secara umum mencatat kinerja lebih baik dibandingkan Amerika Utara.

Dok. Mattel Inc.
Dok. Mattel Inc.

Rencana transformasi dan investasi 2026

Mattel menghadapi tekanan margin signifikan pada kuartal IV 2025. Margin laba kotor yang disesuaikan turun 480 basis poin menjadi 46,0 persen, terutama akibat tarif, inflasi, dampak nilai tukar, serta peningkatan diskon untuk mengelola persediaan.

Untuk sepanjang 2025, laba operasional yang disesuaikan turun 16 persen menjadi US$620 juta, sementara EBITDA yang disesuaikan turun 12 persen menjadi US$927 juta. EPS tahunan yang disesuaikan juga turun 13 persen menjadi US$1,41. Meski demikian, Mattel mempertahankan neraca yang solid dengan kas sebesar US$1,24 miliar.

Sepanjang 2025, perusahaan membeli kembali saham senilai US$600 juta. Sejak program buyback dilanjutkan pada 2023, total pembelian kembali saham telah melampaui US$1,2 miliar dan memangkas jumlah saham beredar sekitar 18 persen. Mattel juga melaporkan kemajuan dalam program Optimizing for Profitable Growth (OPG) yang diluncurkan pada 2024, dengan penghematan kumulatif mencapai US$172 juta.

Di tengah kinerja keuangan tersebut, Mattel mempercepat transformasi strategis untuk beralih menjadi perusahaan hiburan berbasis kekuatan intellectual property (IP). Strategi baru ini menempatkan merek sebagai pusat, menghubungkan pengembangan mainan dengan hiburan dan pengalaman digital.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Mattel memperluas bisnis game digital melalui akuisisi Mattel163, studio game mobile yang memiliki sekitar 20 juta pengguna aktif bulanan dan lebih dari 550 juta unduhan secara global. Perusahaan juga mengumumkan kesepakatan lisensi besar untuk produk Teenage Mutant Ninja Turtles mulai 2027, sejalan dengan rencana perilisan film layar lebar.

Untuk 2026, Mattel berencana melakukan investasi strategis sebesar US$150 juta. Sekitar US$110 juta dialokasikan untuk memperluas peluang bisnis, sementara US$40 juta difokuskan pada pemasaran digital guna mendukung peluncuran game mobile yang diterbitkan sendiri.

“Tahun 2026 akan menjadi tahun penting bagi Mattel saat kami menerapkan strategi baru yang berfokus pada merek untuk mengembangkan bisnis hiburan keluarga berbasis IP,” kata Kreiz.

“Kami memperkirakan pertumbuhan akan didorong oleh inovasi mainan, kemitraan besar dengan pemilik IP terkemuka, serta titik balik di bisnis hiburan melalui dua rilis film dan ekspansi game digital," ujarnya.

Mattel memperkirakan investasi tersebut akan menekan kinerja laba pada 2026, namun diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan pendapatan dan laba mulai 2027. Untuk 2027, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan satu digit menengah hingga tinggi serta pertumbuhan laba operasional yang disesuaikan dua digit.

Untuk 2026, Mattel memproyeksikan kinerja kategori Dolls relatif stabil, penurunan berlanjut pada Infant, Toddler, and Preschool, serta pertumbuhan kuat di kategori Vehicles dan Challenger. Meski menghadapi tantangan jangka pendek, khususnya di pasar Amerika Serikat, pergeseran strategi Mattel menuju game digital, hiburan, dan operasi berbasis merek menandai transformasi besar untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di tengah industri mainan yang kian kompetitif.

Dok. Mattel Inc.

Editorial Team