Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Lubrizol Bidik Ekspansi Bisnis Dari Industri Tambang Daam Negeri

2 min read
Lubrizol Bidik Ekspansi Bisnis Dari Industri Tambang Daam Negeri
Lubrizol Luncurkan White Paper Industri Tambang Indonesia
  • Lubrizol melihat Indonesia sebagai pasar pertambangan besar dengan pertumbuhan yang terus berkembang seiring percepatan transisi energi.

  • Peningkatan biodiesel menuju B50 menjadi tantangan bagi mesin, OEM, dan perusahaan pelumas terkait performa serta perlindungan peralatan.

  • Teknologi aditif dan sistem monitoring ditawarkan untuk meningkatkan perlindungan mesin, memperpanjang masa pakai, dan mengurangi downtime.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Lubrizol membidik pertumbuhan bisnis di Indonesia dengan memperluas pemanfaatan teknologi aditif pelumas di industri pertambangan domestik.

Mining Team Lead Lubrizol, Serena Yei, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar pertambangan terbesar di Asia Tenggara, aktivitas pertambangan juga terus berkembang seiring percepatan transisi energi.

"Kami melihat Indonesia sebagai wilayah dengan pertumbuhan tinggi. Di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia mungkin merupakan pasar pertambangan terbesar," ujar Serena diskusi bertema Mining That Performs Today Progressing Tomorrow di Jakarta, Rabu (7/10).

Salah satu perkembangan yang membawa perubahan signifikan adalah meningkatnya penggunaan biodiesel. Setelah implementasi B40, pemerintah mengarahkan pengembangan menuju B50 dan penggunaan biodiesel dengan kandungan lebih tinggi dalam jangka panjang.

Hal tersebut dinilai menjadi tantangan bagi produsen mesin, original equipment manufacturer (OEM), maupun perusahaan pelumas karena peningkatan kandungan biodiesel dapat memengaruhi karakteristik bahan bakar dan kebutuhan perlindungan mesin.

"Banyak yang bertanya bagaimana B50 akan mempengaruhi performa. Setelah B50, mungkin akan ada B60, B70, bahkan B80. OEM juga harus melihat bagaimana mereka memodifikasi peralatan dan mesin," katanya.

Oleh karenanya, Lubrizol menawarkan teknologi untuk meningkatkan kinerja pelumas serta memberikan perlindungan pada mesin dan armada tambang agar dapat memperpanjang masa pakai peralatan dan meningkatkan utilisasi aset.

"Kami melihat diri kami sebagai technology enabler. Kami menyediakan teknologi kimia yang masuk ke dalam pelumas untuk meningkatkan perlindungan peralatan, sehingga mesin dapat beroperasi lebih baik dan dengan lebih sedikit downtime," kata Serena.

Ia juga menyebut selama ini penggantian pelumas pada sejumlah peralatan masih mengacu pada interval penggunaan tertentu. Dengan sistem monitoring, perusahaan dapat menentukan kondisi pelumas berdasarkan data aktual.

"Kalau sebelumnya kita mengikuti 500 jam lalu mengganti oli, sekarang dengan sensor kita bisa melihat kondisinya. Kalau oli masih bagus, mungkin tidak perlu langsung diganti," katanya.

Lubrizol telah bekerja sama dengan sejumlah pemain utama di industri dan menandatangani kerja sama dengan Pertamina ketika membuka kantor baru di Indonesia pada tahun lalu.

"Kami melihat banyak peluang untuk bekerja sama dengan United Tractors sebagai OEM. Selain itu, ada perusahaan pemasaran minyak karena kami menyediakan teknologinya," katanya.

Serena berharap penguatan kolaborasi di sepanjang rantai pertambangan dapat membuka peluang pertumbuhan bisnis sekaligus membantu perusahaan memahami kebutuhan pasar Indonesia yang berubah cepat.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Related Articles

    See More