Jakarta, FORTUNE - Kapitalisasi pasar (market cap) Walmart berhasil menembus US$1 triliun. Capaian ini menempatkannya masuk ke dalam kelompok ‘elit’ perusahaan besar dengan nilai pasar lebih dari US$1 triliun, yang sebagian besar didominasi oleh perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Alphabet.
Dilansir dari BBC, pencapaian ini mencerminkan bisnis e-commerce raksasa ritel AS berkembang pesat dan keberhasilannya dalam menarik pembeli yang sensitif terhadap harga. Wall Street juga merespons dengan antusias terhadap investasinya di bidang kecerdasan buatan (AI).
Kinerja tersebut mendapat respons positif pasar, di mana harga saham perusahaan naik lebih dari 3 persen pada perdagangan Selasa (3/2).
Walmart adalah peritel offline terbesar di AS dan dikenal dengan harga rendahnya. Perusahaan ini telah diuntungkan dari tren para pekerja berpenghasilan tinggi yang beralih ke barang-barang dengan harga lebih rendah, seiring dengan melambatnya pasar kerja dan inflasi. Layanan pengiriman rumah yang cepat juga telah menarik pembeli dari berbagai kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi hingga rendah.
Dalam laporan pendapatan terbarunya periode November, Walmart melaporkan penjualan yang kuat di sektor-sektor utama, termasuk bahan makanan dan pakaian.
"Walmart lebih terlindungi daripada hampir semua perusahaan lain mengingat proposisi nilai yang kami miliki," kata John David Rainey, kepala keuangan Walmart, saat itu.
Para eksekutif Walmart mengatakan dampak tarif Presiden AS Donald Trump lebih ringan daripada yang diperkirakan sebelumnya. Meskipun tarif telah menaikkan harga barang-barang seperti elektronik dan mainan, skala perusahaan ritel ini memungkinkan mereka untuk mengatasi pajak impor lebih baik daripada beberapa pesaing.
Bisnis online Walmart telah membantunya muncul sebagai pesaing Amazon. Menurut catatan perusahaan, penjualan e-commerce di AS melonjak 28 persen dalam tiga bulan hingga 31 Oktober, didorong oleh pesanan online dan iklan.
Namun, nilai pasar Amazon saat ini mencapai US$2,6 triliun - lebih dari dua kali lipat nilai pasar Walmart.
Investor Wall Street telah menyambut baik adopsi AI oleh Walmart, membantu mendorong valuasi perusahaan mencapai rekor baru.
