Populix: Masyarakat RI Tetap Menabung dan Investasi Meski Keyakinan Menurun

Sebanyak 42 persen responden tetap melindungi posisi keuangan melalui tabungan dan investasi meski keyakinan terhadap ekonomi menurun.
Populix mencatat 53 persen responden memperkirakan tabungan meningkat, sementara 22 persen memperkirakan penurunan.
Masyarakat tetap menyiapkan pembelian besar, dengan pilihan kebutuhan yang berbeda berdasarkan segmen demografi.
Jakarta, FORTUNE - Masyarakat Indonesia masih memiliki kemampuan untuk menabung dan berinvestasi di tengah penurunan keyakinan terhadap ekonomi. Meskipun kepercayaan terhadap perekonomian melemah, 42 persen responden masih berusaha melindungi keuangan mereka melalui tabungan dan investasi, dibandingkan menguranginya secara signifikan.
“Artinya apa? Responden kita atau masyarakat pada umumnya, bukan berarti mereka ini tidak punya pendapatan atau tidak punya simpanan untuk menghabiskan lebih banyak, mereka punya, tapi mereka menahannya terlebih dahulu karena ingin melihat kondisinya seperti apa,” ujar Senior Research Director dari Populix Indah Tanip dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu (7/10).
Populix menemukan bahwa sebanyak 53 persen responden memperkirakan tabungan mereka akan meningkat, menunjukkan harapan yang hati-hati dan fokus yang lebih kuat dalam membangun keamanan finansial.
“Mereka bercana untuk menabung lebih banyak, berinvestasi lebih banyak, artinya memang pendapatan itu akan selalu disimpan sebelum mereka memutuskan membeli produk ataupun barang,” katanya.
Namun, 22 persen masih memperkirakan terjadi penurunan, sekaligus menunjukkan bahwa tekanan keuangan masih dialami sebagian masyarakat.
Meski lebih berhati-hati, masyarakat tetap berencana melakukan pembelian besar. Beberapa kebutuhan yang dipersiapkan meliputi renovasi rumah, biaya pendidikan anak, hingga pembelian barang elektronik.
“Artinya semua investasi ataupun tabungan yang mereka siapkan itu memang mereka sudah direncanakan sebelumnya. Artinya sebenarnya masyarakat kita ini lebih optimis tapi hati-hati, optimis yang hati-hati,” katanya.
Survei Populix juga menemukan, segmen demografi memiliki rencana yang berbeda-beda. Respondem pria, umumnya berencana untuk melakukan renovasi (36 persen), membeli barang-barang elektronik (30 persen), dan membeli kendaraan motor (23 persen). Sedangkan respinden perempuan lebih memilih menggunakannya untuk jalan-jalan ataupun traveling (20 persen).
“Bahkan sebagai yang besar perempuan itu bahkan gak mau ngapa-ngapain, gak mau beli apapun. Jadi mereka benar-benar lebih menahan uangnya, karena kalau menggunakan uangnya, ternyata lebih banyak perempuan yang menggunakannya untuk jalan-jalan,” ujarnya.




















