Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
MEDC Raih Pinjaman Rp1,6 Triliun Dari HSBC Singapura
MedcoEnergi
  • PT Medco Energi Internasional Tbk memperoleh fasilitas kredit US$100 juta atau sekitar Rp1,68 triliun dari HSBC Singapura dengan tenor 60 bulan untuk kebutuhan umum perusahaan.
  • Pinjaman ini tergolong transaksi afiliasi sesuai POJK No.12 dan hanya wajib dilaporkan ke OJK tanpa dampak signifikan terhadap operasional maupun kondisi keuangan MEDC.
  • Selain pinjaman dari HSBC, MEDC juga sebelumnya mengamankan pembiayaan Rp8 triliun dari BNI dan Rp800 miliar dari ICBC Indonesia guna mendukung belanja modal serta pendanaan umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengantongi fasilitas kredit senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,68 triliun (kurs Rp 16.870) dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) cabang Singapura.

Corporate Secretary MEDC, Siendy K. Wisandana mengatakan pinjaman tersebut digunakan untuk kebutuhan umum perusahaan. "Kejadian ini akan menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan secara material," tulis Siendy dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/3).

Pinjaman tersebut memiliki tenor 60 bulan sejak penandatanganan perjanjian, dengan periode jatuh tempo sekitar lima tahun setelah perjanjian berlaku.

MEDC menyebut, fasilitas ini tergolong sebagai transaksi afiliasi sesuai dengan POJK No.12. Namun, karena jaminan diberikan kepada bank sebagai pemberi pinjaman atas fasilitas yang diterima perseroan dan entitas anak yang dikendalikan, MEDC hanya berkewajiban melaporkannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Manajemen juga menyatakan tidak terdapat dampak khusus dari penyampaian keterbukaan informasi tersebut terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, MedcoEnergi juga memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp8 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI dengan tenor 84 bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit.

Pada tanggal yang sama, perusahaan menandatangani perjanjian kredit lain dengan PT Bank ICBC Indonesia senilai Rp800 miliar. Dana dari fasilitas tersebut akan digunakan untuk membiayai kebutuhan belanja modal dan pendanaan umum perusahaan. Pinjaman ini memiliki tenor 60 bulan sejak pencairan pertama.

Sepanjang 2025, MEDC membukukan produksi minyak dan gas sebesar 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), berada dalam kisaran target yang telah ditetapkan. Capaian tersebut didukung oleh kontribusi proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70 persen.

Pada 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas pada kisaran 165–170 mboepd, yang berpotensi menjadi tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Editorial Team

EditorEkarina .