Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
arsip-berita-pengelolaan-pertambangan-harus-perhatikan-aspek-lingkungan-tcikett.jpeg
Ilustrasi tambang batu bara. (Dok. Kementerian ESDM)

Intinya sih...

  • MEJA, perusahaan konstruksi interior, akan fokus ke sektor tambang dengan mengakuisisi PT Trimata Coal Perkasa di Sumatra Selatan.

  • Akuisisi senilai Rp1,6 triliun dilakukan oleh pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama, untuk memperkuat fondasi pengembangan usaha MEJA.

  • Pasar merespons positif dengan lonjakan harga saham MEJA 3,18 persen dan melonjak 20,90 persen secara year to date setelah rencana akuisisi ini diumumkan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan konstruksi interior, Harta Djaya Karya (MEJA) mengungkapkan arah transformasi bisnis ke depan melalui ekspansi ke sektor tambang. Langkah itu ditempuh dengan mengakuisisi saham PT Trimata Coal Perkasa, perusahaan tambang batu bara di Sumatra Selatan.

Berdasarkan perjanjian bersyarat yang telah ditandatangani pada 22 Desember 2025, pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama (Triple B) menyepakati pengambilalihan 45 persen saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa senilai Rp1,6 triliun.

Direktur PT Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli, menyatakan akuisisi ini merupakan komitmen pengendali untuk memperkuat fondasi pengembangan usaha MEJA.

"Upaya ini menjadi game changer bagi MEJA. Porsi 45 persen ini telah memenuhi syarat untuk menjadikan MEJA sebagai pemegang saham pengendali baru di PT Trimata Coal Perkasa," ujar Noprian dalam siaran pers, Selasa (20/1).

Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S, mengungkapkan bahwa perseroan tengah bersiap menjalankan protocol, meliputi ketentuan transaksi material material sesuai POJK 17/2020.

MEJA juga akan melaksanakan rapat umum pemegang saham umum pemengang saham luar biasa (RUPSLB) dalam waktu dekat, guna meminta restu dari para pemegang saham terkait akuisisi ini.

Adapun, pembiayaan akuisisi Rp1,6 triliun itu akan dilakukan bertahap melalui pembayaran yang terstruktur untuk menjaga rasio keuangan perseroan agar tetap sehat.

Seiring dengan rencana besar tersebut, pasar merespons dengan volatilitas transaksi yang cukup tinggi. Di akhir penutupan perdagangan (20/1), saham MEJA melonjak 3,18 persen ke level Rp162 per saham. Sementara secara year to date, saham MEJA telah melonjak 20,90 persen.

Richie menyatakan bahwa sampai saat ini rencana bisnis perseroan masih seputar akuisisi perusahaan tambang batu bara, tidak ada informasi lain yang disembunyikan.

"Perseroan menegaskan bahwa fluktuasi harga saham sepenuhnya merupakan mekanisme pasar di tengah optimisme investor terhadap masa depan MEJA," ujar Richie.

Transaksi ini tidak melibatkan hubungan afiliasi sebelumnya, sehingga bersifat murni sebagai upaya peningkatan nilai perusahaan. Diversifikasi ke sektor energi dinilai membuka peluang pertumbuhan baru bagi MEJA, seiring prospek industri batu bara yang masih relatif solid dalam beberapa tahun ke depan.

Editorial Team

EditorEkarina .