Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
investasi cryptocurrency, bitcoin, kripto
Ilustrasi investasi kripto atau crypto (unsplash.com/Andre Francois)

Intinya sih...

  • Minat perdagangan derivatif kripto meningkat di Indonesia

  • Pintu Futures mencatat lonjakan jumlah Monthly Trading Users (MTU) hampir 500 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025

  • Pengembangan fitur dan edukasi menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pasar derivatif kripto

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Minat terhadap perdagangan derivatif kripto menunjukkan tren pertumbuhan signifikan di Indonesia. Hal ini tercermin dari kinerja Pintu Futures, platform derivatif kripto milik PT Pintu Kemana Saja (PINTU), yang mencatat lonjakan jumlah Monthly Trading Users (MTU) hampir 500 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal IV 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan basis pengguna, aktivitas perdagangan juga meningkat pesat. Volume transaksi derivatif kripto di platform tersebut naik lebih dari 370 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025, sementara frekuensi transaksi tercatat tumbuh lebih dari 300 persen. Peningkatan juga terlihat pada jumlah pengguna aktif yang naik 226 persen, serta frekuensi deposit yang meningkat lebih dari 450 persen dalam periode yang sama.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya pemahaman dan partisipasi trader terhadap instrumen derivatif kripto. “Instrumen ini memungkinkan pelaku pasar untuk menerapkan berbagai strategi, baik saat pasar bergerak naik maupun turun, melalui posisi long dan short sesuai dengan strategi dan analisis masing-masing,” katanya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (21/1).

Dari sisi ekosistem, pengembangan fitur dan edukasi menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pasar derivatif kripto. Platform perdagangan derivatif kini dilengkapi dengan berbagai mekanisme pengelolaan risiko, seperti pengaturan leverage, perlindungan harga, serta fitur manajemen posisi seperti Take Profit dan Stop Loss. Selain itu, akses terhadap materi edukasi dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan trader sebelum memasuki perdagangan berisiko tinggi.

Secara global, pasar derivatif kripto masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Berdasarkan data Coinglass, total volume perdagangan derivatif kripto sepanjang 2025 mencapai US$85,70 triliun. Sementara itu, di tingkat nasional, nilai perdagangan derivatif kripto yang tercatat di Bursa Kripto CFX dari September 2024 hingga September 2025 baru mencapai Rp73,8 triliun, menunjukkan potensi ekspansi yang masih terbuka lebar.

Namun demikian, Iskandar mengingatkan bahwa derivatif kripto tetap merupakan instrumen dengan karakteristik high risk–high return. Oleh karena itu, penguatan manajemen risiko, pemahaman produk, serta riset mandiri menjadi faktor kunci bagi trader dalam menghadapi dinamika pasar derivatif kripto yang semakin kompleks.

“Untuk itu, diperlukan persiapan matang sebelum melakukan trading futures kripto perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR) karena semua keputusan investasi atau trading adalah tanggung jawab setiap trader atau investor,” ujarnya.

Editorial Team

EditorEkarina .