Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Mixue Tutup 428 Gerai, Strategi Efisiensi Global
ilustrasi gerai Mixue (IDN Times/Vahia Lidyana)
  • Mixue menutup 428 gerai internasional untuk meningkatkan efisiensi operasional.

  • Indonesia dan Vietnam menjadi pasar utama yang terdampak penutupan.

  • Ekspansi tetap berjalan dengan pembukaan pasar baru dan brand berbeda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNEMixue menutup 428 gerai di pasar internasional sepanjang tahun lalu, termasuk di Indonesia dan Vietnam.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi operasional yang tengah dijalankan perusahaan minuman asal China tersebut.

Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan menegaskan bahwa pengurangan jumlah gerai dilakukan untuk memperbaiki kinerja operasional dan menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Meski terjadi penutupan di sejumlah pasar utama luar negeri, ekspansi tetap berjalan di wilayah lain sebagai bagian dari strategi global.

Penutupan gerai untuk optimalisasi operasional

Mixue menyebut penutupan ratusan gerai difokuskan pada peningkatan kualitas operasional outlet yang sudah ada.

Dilansir VN Express, perusahaan menyatakan langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan operasional gerai yang ada demi mendukung pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Penutupan ini terjadi di berbagai negara, dengan Indonesia dan Vietnam sebagai dua pasar yang terdampak. Namun, perusahaan tidak merinci jumlah gerai yang ditutup di masing-masing negara.

Kedua negara tersebut selama ini merupakan pasar internasional terbesar bagi Mixue. Di Vietnam, jumlah gerai tercatat mencapai 1.304 unit per September 2024 berdasarkan dokumen prospektus untuk penawaran saham perdana (IPO) di Hong Kong.

Ekspansi tetap berjalan di pasar baru

Di tengah penyesuaian operasional, Mixue tetap melanjutkan ekspansi ke sejumlah negara baru. Perusahaan memperluas kehadiran ke Amerika Serikat dan Kazakhstan, serta membuka gerai perdana di Malaysia dan Thailand melalui merek berbeda, Lucky Cup.

Secara global, jaringan Mixue mencapai 59.823 gerai hingga akhir tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sekitar 55.356 gerai berada di China daratan, menjadikannya sebagai basis utama bisnis perusahaan.

Ekspansi ini menunjukkan strategi perusahaan yang tetap agresif dalam memperluas pasar, meski melakukan rasionalisasi di wilayah tertentu.

Perubahan strategi gerai di Vietnam

Di Vietnam, Mixue mulai mengubah pendekatan bisnisnya dengan beralih dari format gerai kecil ke outlet berukuran lebih besar. Gerai baru dirancang dengan area persiapan yang lebih luas, menghadap langsung ke jalan, serta berada di lokasi strategis.

Perubahan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat pengalaman pelanggan di titik penjualan.

Mixue pertama kali masuk ke Vietnam pada 2018 dengan fokus awal di Hanoi dan wilayah utara, sebelum memperluas jangkauan ke seluruh negara. Produk yang ditawarkan meliputi lemonade, es krim, milk tea, hingga fruit tea dengan harga terjangkau.

Perusahaan mempertahankan harga kompetitif melalui pengendalian rantai pasok secara terintegrasi, mulai dari produksi bahan baku, logistik, hingga riset dan pengendalian kualitas.

Dampak pada industri dan kinerja keuangan

Laporan platform manajemen toko iPOS pada 2024 menyebut Mixue menjadi salah satu pemain utama yang membentuk ulang pasar minuman teh susu di Vietnam, khususnya di segmen harga terjangkau, dengan strategi ekspansi waralaba yang agresif.

Di sisi kinerja, perusahaan mencatat pertumbuhan signifikan. Pendapatan meningkat 35 persen menjadi 33,56 miliar yuan China atau sekitar Rp84,73 triliun (kurs Rp2.524 per yuan China). Sementara itu, laba bersih naik 33 persen menjadi 5,93 miliar yuan China atau sekitar Rp14,95 triliun.

Ke depan, Mixue menyatakan akan terus memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara, termasuk melalui perluasan jaringan mitra waralaba dan penguatan operasional di pasar yang sudah ada.

Profil singkat Mixue

Mixue Ice Cream & Tea merupakan perusahaan minuman dan es krim asal Zhengzhou, Henan, China, yang berdiri pada Juni 1997. Di Indonesia, bisnis ini dijalankan melalui PT Zhisheng Pacific Trading sejak 2020, dengan gerai pertama di Cihampelas Walk, Bandung, sebelum berekspansi ke berbagai kota.

Pendiri Mixue, Zhang Hongchao, memulai usaha ini saat masih mahasiswa dengan membuka kedai es serut bernama Mixue Bingcheng di Zhengzhou. Ia menggunakan modal pinjaman sebesar 4.000 yuan China atau sekitar Rp10 juta dari keluarganya.

Dengan sumber daya terbatas, operasional awal dijalankan menggunakan peralatan sederhana, termasuk mesin es serut rakitan sendiri. Sejak awal, perusahaan mengandalkan strategi harga kompetitif dengan menjual produk di bawah harga pasar.

Model bisnis Mixue kemudian berkembang melalui ekspansi waralaba dan pengelolaan rantai pasok terintegrasi, mencakup produksi bahan baku, logistik, hingga distribusi. Pendekatan ini digunakan untuk menjaga efisiensi biaya dan konsistensi kualitas produk.

FAQ seputar Mixue tutup 428 gerai

Mengapa Mixue tutup 428 gerai?

Penutupan dilakukan untuk efisiensi dan optimalisasi operasional gerai yang ada.

Di negara mana saja gerai ditutup?

Penutupan terjadi di beberapa pasar luar negeri, termasuk Indonesia dan Vietnam.

Apakah Mixue masih melakukan ekspansi?

Ya, Mixue tetap berekspansi ke AS, Kazakhstan, Malaysia, dan Thailand.

Berapa total gerai Mixue secara global?

Total gerai mencapai 59.823 unit hingga akhir tahun lalu.

Editorial Team