Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Mobil Bekas Kian Laris, ASLC Bidik Pertumbuhan Dobel Digit di 2026
Cabang Showroom Mobil Bekas Caroline.id. Foto: ASLC
  • ASLC menargetkan pertumbuhan kinerja dobel digit di 2026, didorong oleh peningkatan signifikan pada lini penjualan mobil bekas melalui platform Caroline.id.
  • Caroline.id menjadi kontributor utama pendapatan ASLC dengan kontribusi mencapai 82,7 persen pada kuartal I 2026, mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 51 persen.
  • ASLC mengalokasikan belanja modal Rp15–20 miliar untuk ekspansi cabang baru dan membagikan dividen Rp1 per saham, disertai rencana buyback hingga 10 persen saham.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), emiten yang bergerak di bisnis lelang, penjualan retail mobil bekas dan pegadaian dan gadai kendaraan menargetkan pertumbuhan kinerja dobel digit sepanjang tahun ini. Pertumbuhan kinerja tersebut salah satunya diperkirakan berasal dari lini penjualan mobil bekas melalui Caroline.id.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra mengatakan pada kuartal I 2026, Caroline.id mencatat pertumbuhan 51 persen secara tahunan (YoY).

Baik di sepanjang 2025 maupun pada kuartal pertama 2026, Caroline.id menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan. Pada 2025 kontribusi Caroline.id terhadap pendapatan ASLC tercatat sebesar 72,8 persen. Adapun pada kuartal pertama 2026, kontribusinya mencapai 82,7 persen.

“Dengan kontribusi Caroline.id yang sangat besar terhadap total pendapatan perseroan, kinerja segmen penjualan mobil bekas memberi landasan yang kuat bagi optimisme kami dalam melihat prospek kinerja tahun ini,” kata Jany dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5).

Untuk merealisasikan target tersebut, ASLC menganggarkan belanja modal alias Capex sebesar Rp 15-20 miliar untuk ekspansi.

Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan membuka 2-3 cabang Caroline.id baru di Jakarta atau Jawa Barat. “Untuk penentuan lokasi dan pelaksanaan ekspansi ini, kami masih mempertimbangkan berbagai hal, termasuk di dalamnya kondisi ekonomi dan perkembangan geopolitik,” ujar Jany.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 di Jakarta, pemegang saham ASLC menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1 per saham, atau total Rp12,7 miliar, seiring kinerja positif yang dicapai perusahaan sepanjang 2025, dan kinerja kuartal 1 2026.

RUPST juga menyetujui Pembelian Kembali Saham (Buyback Saham) sebanyak-banyaknya 10 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dalam perseroan. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan likuiditas saham ASLC.

Pada kuartal I 2026, ASLC sukses mencatatkan pendapatan sebesar Rp283,6 miliar, meningkat 27,5 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp7,4 miliar.

Editorial Team

EditorEkarina .