Momami Perluas Pasar, Andalkan Kanal Digital dan Ekspansi ASEAN

- Momami mencatat pertumbuhan bisnis tahunan lebih dari dua kali lipat melalui Tokopedia dan TikTok Shop, dengan strategi video pendek, kreator afiliasi, serta live shopping sejak Februari 2023.
- Pasar produk bayi dan anak Indonesia mencapai Rp6,69 triliun pada 2025, tumbuh 4 persen; Momami memperluas portofolio dari tisu basah ke berbagai produk perawatan anak.
- Selain telah meluncur di Singapura, Momami menjajaki pasar ASEAN melalui distributor, sambil mencatat penjualan Ramadan naik sekitar 30 persen didorong permintaan tabir surya dan losion antinyamuk.
Jakarta, FORTUNE – Momami, merek perawatan anak di bawah naungan PT Multitrend Indo Tbk, mencatat pertumbuhan bisnis lebih dari dua kali lipat secara tahunan melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Perusahaan mengandalkan penjualan digital dan pengembangan produk untuk memperluas pasar, sekaligus menjajaki ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara.
Peluang tersebut hadir di tengah pasar produk bayi dan anak yang masih tumbuh. Euromonitor mencatat penjualan ritel kategori baby and child-specific products di Indonesia mencapai Rp6,69 triliun pada 2025, naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tisu basah bayi menjadi kategori terbesar dengan nilai penjualan Rp2,77 triliun.
Didirikan pada 2019 sebagai bagian dari Kanmo Group, Momami awalnya berfokus pada produk tisu basah. Portofolionya kemudian berkembang mencakup sampo, sabun mandi bayi, tabir surya, dan losion antinyamuk. Di luar Indonesia, Momami telah meluncurkan produk di Singapura dan menjajaki pasar ASEAN lainnya melalui kemitraan dengan distributor.
Di Indonesia, Momami memanfaatkan Tokopedia dan TikTok Shop sebagai kanal penjualan sejak Februari 2023. Perusahaan mengandalkan video pendek, kreator afiliasi, dan live shopping untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.
Marketing Manager Momami, Albert Tee, mengatakan melalui e-commerce, pihaknya dapat menjangkau lebih banyak orang tua sekaligus membantu mereka memahami bagaimana produk Momami dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sebelum melakukan pembelian. Menurutnya, konten dari affiliate creator memberikan contoh praktis tentang cara menggunakan produk, sementara LIVE Shopping menjadi ruang bagi konsumen untuk bertanya secara langsung.
"Bagi kami, kekuatan discovery commerce terletak pada bagaimana berbagai pengalaman ini saling terhubung: orang tua dapat menemukan produk, memahami manfaatnya, lalu melakukan pembelian sesuai kebutuhan keluarga,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/10).
Perdagangan berbasis konten juga menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data internal TikTok Shop, pada kuartal I 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pesanan melalui live shopping naik 59 persen, sedangkan pesanan dari video pendek meningkat 135 persen. Pesanan yang dihasilkan kreator afiliasi tumbuh 170 persen.
Faktor lainnya juga didorong momentum hari raya. Momami menyatakan penjualan selama Ramadan tumbuh sekitar 30 persen. Kenaikan tersebut antara lain didorong permintaan tabir surya dan losion antinyamuk menjelang mudik Lebaran.
Selain memperkuat penjualan daring, Momami mulai mengembangkan interaksi langsung dengan konsumen. Pada 3 Oktober 2026, perusahaan mengikuti program #BeliLokal Brand Day dari Tokopedia dan TikTok Shop di Bandung. Dalam kegiatan tersebut, konsumen dapat mencoba sejumlah produk, termasuk tabir surya dan tisu basah dengan sensasi dingin.
Momami juga menggunakan bahan baku yang bersumber dari Indonesia, antara lain minyak dedak padi, lidah buaya, dan teh hijau.
Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto, mengatakan program #BeliLokal ditujukan untuk mendukung pertumbuhan merek lokal melalui perdagangan digital dan keterlibatan kreator. Ia menegaskan bahwa produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk berkembang ketika konsumen dapat memahami nilai dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui discovery commerce, kami menghubungkan pelaku usaha dengan kreator dan konsumen, sehingga penemuan produk, akses terhadap informasi, dan pembelian dapat menjadi bagian dari pengalaman yang saling terhubung," katanya.
Dengan demikian, diharapkan akan lebih banyak brand Indonesia memperluas jangkauan sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen.




















