Jakarta, FORTUNE - Pasar mobil bekas kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan hybrid di Indonesia mulai menunjukkan pertumbuhan. Meski demikian, adopsi kendaraan listrik yang masih tergolong baru menyebbakan kontribusinya terhadap keseluruhan pasar mobil bekas masih relatif kecil.
Direktur PT Astra Digital Mobil, Agung Iskandar mengatakan, siklus pergantian mobil masyarakat Indonesia umumnya berlangsung selama tiga hingga tujuh tahun. Dengan demikian, kendaraan listrik yang mulai banyak diluncurkan pada 2022–2023 diperkirakan baru memasuki tahap awal siklus masuk ke pasar mobil bekas.
“Kalau kita lihat tiga tahun ke belakang, 2023 atau 2022 kurang lebih. Itu memang baru banyak diluncurkan mobil EV dan hybrid. Jadi bisa dibilang yang masuk sekarang ke pasar bekas baru mulai awal-awalnya saja, belum masuk ke titik besarnya,” ujarnya.
Berdasarkan data iklan baris OLX, jumlah iklan kendaraan di platform tersebut mencapai sekitar 100.000 iklan per bulan. Dari jumlah tersebut, kendaraan battery electric vehicle (BEV) dan hybrid masing-masing baru menyumbang sekitar 1 persen.
Artinya, dari sekitar 100.000 iklan kendaraan yang tersedia setiap bulan, masing-masing kategori EV dan hybrid hanya sekitar 1.000 iklan. Meski begitu, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, komposisi iklan EV dan hybrid di OLX masing-masing baru sekitar 0,5 persen.
“Kalau dari 100.000 iklan, berarti yang ada EV sekitar 1.000. Jadi memang belum banyak,” katanya dalam Astra Media Day di Jakarta, Rabu (24/9).
Menurut OLX, kecilnya kontribusi mobil listrik dan hybrid di pasar bekas saat ini salah satunya disebabkan oleh belum banyaknya kendaraan yang memasuki siklus pergantian pemilik.
Pasalnya, pemilik mobil umumnya mulai menjual kendaraannya setelah digunakan selama sekitar tiga tahun. Sementara itu, penetrasi mobil listrik di pasar kendaraan baru di Indonesia baru meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut membuat pasokan mobil EV dan hybrid di pasar bekas diperkirakan baru akan meningkat lebih signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
“Belum masuk ke cycle bagi yang punya mobil EV untuk melakukan penggantian mobil. Mungkin beberapa tahun ke depan akan mulai mengalami pertumbuhan yang signifikan karena ada gap dari penjualan mobil baru yang kemudian masuk ke pasar bekas,” ujarnya.
Meski demikian, secara proporsi, kendaraan elektrifikasi baru menyumbang sebagian kecil dari keseluruhan kendaraan yang beredar. Kontribusi EV secara on the road secara absolut masih sekitar 2 persen.
Dengan semakin banyaknya mobil listrik dan hybrid yang terjual di pasar baru sejak 2022–2023, pasokan kendaraan tersebut di pasar mobil bekas diperkirakan akan mengikuti siklus pergantian kendaraan dalam beberapa tahun ke depan.
