Jakarta, FORTUNE — Raksasa teknologi Oracle memangkas puluhan ribu karyawan secara global dalam gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru. Jumlah pekerja terdampak diperkirakan mencapai 30.000 orang atau sekitar 18 persen dari total tenaga kerja perusahaan.
Pemangkasan ini dilakukan secara mendadak melalui email yang dikirim serentak kepada karyawan di berbagai negara. Dalam pesan tersebut, perusahaan menyampaikan keputusan penghapusan posisi sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi.
“Setelah pertimbangan seksama tentang kebutuhan bisnis Oracle saat ini, kami telah membuat keputusan untuk menghapus peran Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas. Sebagai hasilnya, hari ini adalah hari terakhir Anda bekerja,” tulis manajemen Oracle, Selasa (31/3).
Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan berlaku efektif segera tanpa masa transisi.
