Jakarta, FORTUNE – Emiten pengembang properti, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menargetkan marketing sales konservatif sebesar Rp4,3 triliun tahun ini. Target tersebut ditetapkan secara berhati-hati di tengah dinamika pasar properti saat ini.
Strategi ini tercermin dari komposisi penjualan yang sebagian besar didominasi oleh segmen residensial kemudian diikuti oleh kaveling tanah komersial dan produk komersial, memperkuat fokus PANI pada hunian yang liveable sekaligus mengoptimalkan monetisasi kawasan terintegrasi untuk menciptakan ekosistemyang saling menunjuang mengantisipasi dinamika permintaan pasar properti dan kondisi makroekonomi.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menyatakan arah pengembangan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) semakin memperlihatkan kekuatan fundamental kawasan sebagai kota mandiri modern berskala besar.
“Komposisi marketing sales yang kami tetapkan setelah mencermati perkembangan geopolitik yang terjadi sehingga unsur kehati-hatian dan target yang dapat dicapai menjadi prinsip utama kami,” katanya.
Menurutnya, perkembangan kawasan PIK2 yang kondusif untuk menjadi katalis perbaikan target ke depan dan tentunya pandangan optimis potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus bergulir menciptakan permintaan properti baru di masa akan datang.
“Kehadiran fasilitas strategis seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta konektivitas langsung menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dan toll dalam/luar kota melalui Tol KATARAJA akan menciptakan nilai tambah baru dan memperkuat daya tarik kawasan PIK2.
“Kami prediksi PIK2 akan berkembang sebagai kota pesisir modern yang terintegrasi, sekaligus menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang berkelanjutan,” ujarnya.
PANI merupakan pengembang properti Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), kota mandiri modern skala besar yang membentang di kawasan pesisir utara Jakarta hingga Banten.
PANI mengusung konsep pengembangan kawasan dengan filosofi gaya hidup dinamis dan modern, serta senantiasa berinovasi untuk menjawab kebutuhan pasar yang dinamis.
PANI melihat bahwa segmen residensial akan tetap menjadi pendorong utama, didukung oleh meningkatnya daya tarik kawasan PIK2 sebagai lingkungan hunian yang liveable dengan ekosistem terintegrasi. Sementara itu, permintaan terhadap kaveling tanah komersial tetap menunjukkan potensi dari pelaku usaha dan investor yang ingin mengamankan lokasi strategis di kawasan CBD PIK2, seiring dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Produk komersial seperti ruko, rukan, dan SOHO juga diharapkan tetap menarik bagi pelaku bisnis yang berkembang di dalam ekosistem kawasan.
Meskipun menghadapi tantangan eksternal, PANI tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang didukung oleh land bank seluas 1.838 hektare, rekam jejak yang kuat dalam peluncuran dan penyerahan produk, serta pengembangan kawasan terpadu yang terus berjalan secara berkelanjutan.
PANI juga menjaga fleksibilitas operasional guna merespons dinamika pasar secara adaptif, sekaligus menangkap peluang pertumbuhan seiring dengan potensi pemulihan permintaan.
Pengembangan kawasan PIK2 semakin diperkuat oleh penyelesaian berbagai infrastruktur dan fasilitas utama yang menjadi katalis pertumbuhan kawasan.
Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang mulai beroperasi akan menjadi pusat kegiatan MICE berskala besar yang mendorong peningkatan traffic dan aktivitas ekonomi. Selain itu, peningkatan konektivitas kawasan melalui Tol KATARAJA yang terhubung langsung ke Bandara Internasional Soekarno Hatta serta kawasan Jabodetabek semakin memperkuat aksesibilitas dan daya tarik kawasan secara keseluruhan.
