Skydance menaungi dua studio film besar dan dua layanan streaming global, yakni Paramount+ serta HBO Max. Penggabungan ini juga menyatukan bisnis televisi, berita, olahraga, serta katalog konten dari kedua perusahaan.
Katalog tersebut mencakup waralaba seperti Top Gun, Mission: Impossible, Harry Potter, Game of Thrones, The White Lotus, dan SpongeBob SquarePants. Skydance menyebut perusahaan memiliki lebih dari 200 juta pelanggan streaming secara gabungan.
Dari sisi produksi, Skydance menargetkan sedikitnya 30 film bioskop berkualitas setiap tahun dengan masa tayang eksklusif di bioskop minimal 45 hari. Perusahaan juga telah memiliki lebih dari 180 program televisi dan serial.
David Ellison tetap menjabat Chairman dan CEO Skydance. Dalam pernyataannya, ia mengatakan penggabungan tersebut ditujukan untuk membentuk pesaing yang lebih kuat di industri hiburan global.
“Hari ini adalah hari yang bersejarah, bukan hanya bagi Skydance tetapi juga bagi seluruh industri kami. Sejak awal, ambisi kami adalah menyatukan dua studio yang telah memiliki sejarah panjang ini dan menciptakan pesaing yang lebih kuat, dengan talenta, sumber daya, dan jangkauan untuk menghadirkan cerita-cerita hebat dalam setiap genre, setiap platform, bagi penonton di seluruh dunia. Kini ambisi tersebut telah menjadi kenyataan,” ujar Ellison, Selasa (6/10).