Jakarta, FORTUNE — Pasar properti nasional menunjukkan ketahanan di awal 2026 di tengah tekanan eksternal global dan faktor musiman domestik. Data terbaru dari Pinhome melalui Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) mengindikasikan stabilitas harga jual, dengan pertumbuhan yang semakin bergeser ke segmen menengah serta pasar sewa.
Secara umum, indeks harga jual rumah nasional pada kuartal I 2026 tercatat relatif stabil dengan koreksi tipis 0,1 persen baik secara kuartalan maupun tahunan. Stabilitas ini ditopang oleh performa kuat segmen rumah kecil dan menengah, yang tetap mencatatkan pertumbuhan di tengah melemahnya segmen premium.
Rumah tipe kecil (luas kurang dari 54 meter) tumbuh 0,3 persen secara kuartalan dan 1 persen secara tahunan (year on year/ YoY), sementara segmen menengah menunjukkan tren serupa dengan kenaikan hingga 0,5 persen secara kuartalan. Sebaliknya, rumah besar (lebih dari 201 meter ) mengalami tekanan dengan penurunan 0,5 persen kuartalan dan 0,7 persen secara tahunan, mencerminkan sikap wait-and-see investor terhadap aset bernilai tinggi.
CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, mengatakan segmen menengah dan kecil kini menjadi tulang punggung pasar. Keterjangkauan harga serta kebutuhan hunian dasar menjaga permintaan tetap stabil, bahkan di tengah ketidakpastian global yang dipicu tensi geopolitik dan faktor cuaca.
