ilustrasi grosir (unsplash.com/Nana Smirnova)
Ada beberapa perbedaan antara grosir dan eceran, antara lain sebagai berikut:
Kuantitas barang dan harga
Pihak grosir akan menjual barang kepada pihak pengecer dalam jumlah tertentu dengan harga yang murah. Sedangkan, pengecer akan menjual barang kepada konsumen dengan jumlah satuan dengan harga sedikit lebih mahal.
Target konsumen
Pihak grosir menjadi jembatan antara produsen dan retail, jadi target pembeli disini alah pihak pedagang retail. Beda dengan pengecer yang menjalin komunikasi langsung dengan para konsumen.
Ukuran bisnis
Grosir memiliki ukuran usaha yang lebih besar karena jumlah barang yang lebih banyak dibandingkan retail.
Modal
Modal yang dikeluarkan oleh pedagang grosir lebih banyak dibandingkan pengecer.
Tampilan penjualan
Pihak penjual retail biasanya akan memajang produk serapi dan semenarik mungkin untuk menarik perhatian para pelanggan yang lewat. Sedangkan, pihak grosir tidak harus melakukan penataan sedemikian rupa.
Iklan
Pihak grosir tidak terlalu membutuhkan banyak iklan untuk memasarkan produk mereka. Berbeda dengan retail yang membutuhkan iklan untuk menarik perhatian pelanggan lebih banyak.
Keuntungan
Pihak pengecer mendapatkan keuntungan yang lebih besar untuk persatuan produk dan menjualnya harga yang lebih tinggi, meski produk yang dijual sedikit. Selain itu, pihak retail biasanya juga mendapatkan keuntungan dari potongan harga yang disediakan oleh pihak grosir.
Sedangkan, pihak grosir mendapatkan keuntungan dari jumlah barang yang terjual lebih banyak, meski keuntungan per produk relatif kecil.
Jadi, grosir adalah pihak yang menjual produk dari produsen ke pedagang ritel untuk dijual kembali. Semoga informasi ini membantu Anda.