Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Penuhi Aturan, AdMedika Perkuat Clinical Governance Melalui Sinergi MAB
AdMedika Perkuat Clinical Governance melalui Sinergi MAB/Dok AdMedika
  • Ditujukan demi memenuhi ketentuan POJK No.36/2025 tentang kapabilitas medis, digital, dan dewan penasehat independen.

  • MAB didukung tim medis profesional serta sistem digital dengan AI dan dashboard real-time.

  • Berkolaborasi dengan 13 perusahaan asuransi mitra.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Administrasi Medika (AdMedika) tampaknya tak ingin sekadar menjadi penonton di tengah gelombang digitalisasi kesehatan. Perusahaan Third Party Administrator (TPA) ini resmi memperkokoh fungsi Medical Advisory Board (MAB) berbasis data analytics. Langkah ini diambil guna menjawab tantangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 36 Tahun 2025 yang mewajibkan industri asuransi memperkuat kapabilitas medis dan pengawasan digital secara independen.

CEO AdMedika, Dian Prambini, menegaskan transformasi ini merupakan upaya menyelaraskan bukti medis dengan kecepatan teknologi informasi. Baginya, posisi AdMedika sebagai pemain kawakan dengan jaringan luas di Indonesia menjadi modal kuat untuk menjalankan clinical review yang lebih objektif dan presisi.

“Dengan dukungan data analytics, Medical Advisory Board dapat melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan medis secara lebih objektif, akurat, dan responsif. Pendekatan ini memastikan keseimbangan antara kualitas layanan dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan biaya kesehatan,” ujar Dian melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Selasa (17/3).

Dalam langgam operasionalnya, MAB AdMedika kini diperkuat oleh barisan penggawa medis yang mumpuni. Ada nama Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, Sp.F (K) yang didapuk sebagai Pembina Etiko Medikolegal, serta Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Agus Yunianto, Sp.BS yang menakhodai tim sebagai Ketua MAB.

Pisau bedah yang digunakan pun kian tajam. AdMedika kini menyuntikkan kecerdasan buatan (AI transaction analysis) dan real-time dashboard untuk memantau setiap denyut transaksi. Sistem ini memungkinkan perseroan mendeteksi pola klaim yang janggal hingga tren utilisasi yang tak wajar secara instan. Hasilnya, keputusan medis kini berdiri di atas landasan akademik dan data yang tak terbantahkan.

Momentum ini sekaligus menjadi tonggak lahirnya kolaborasi besar. Tercatat 13 raksasa asuransi—mulai dari Generali Indonesia, AIA Financial, hingga Sequis Life dan Axa Mandiri—telah menyatakan komitmennya untuk bersandar pada sistem tata kelola klinis besutan AdMedika ini.

Editorial Team