Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
1000708909.jpg
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi menjadi pemegang saham pada emiten perusahaan raksasa Energi Baru & Terbarukan (EBT) Filipina, Citicore Renewable Energy (CREC). (Dok. Pertamina)

Intinya sih...

  • Pertamina NRE resmi menjadi pemegang saham 20% di Citicore Renewable Energy (CREC) Filipina.

  • Akuisisi ini menegaskan strategi jangka panjang Pertamina NRE dalam meningkatkan kapasitas terpasang EBT di pasar Asia Tenggara.

  • Kemitraan strategis ini diharapkan dapat mendorong sinergi yang lebih luas, bukan hanya memberikan nilai tambah kepada Pertamina NRE namun juga dapat berkolaborasi dalam menggarap proyek-proyek EBT di Indonesia dan Asia Tenggara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi menjadi pemegang saham emiten perusahaan raksasa Energi Baru & Terbarukan (EBT) Filipina, Citicore Renewable Energy (CREC). Kepemilikan Pertamina NRE pada CREC pun sudah tercatat di Philippine Stock Exchange (PSE).

Pertamina NRE sebelumnya mengakuisis 20 persen saham CREC pada Juni 2025 dengan nilai investasi sekitar US$120 juta melalui penandatanganan Share Subscription Agreement.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi menyatakan akuisisi ini memperkuat strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kapasitas terpasang EBT di pasar Asia Tenggara.

"Dengan menjadi pemegang saham di emiten di Filipina, Pertamina NRE dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor EBT tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara," kataya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2).

Pertamina berharap selain keuntungan finansial yang diperoleh dari pembelian saham CREC, perusahaan juga dapat belajar dengan memanfaatkan potensi kerjasama saling menguntungkan dengan CREC, memberikan nilai tambah, meningkatkan kinerja portofolio PLTS di Indonesia.

CEO & President CREC, Oliver Y. Tan menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi keahlian dan pengalaman di sektor energi terbarukan serta dapat memajukan tujuan transisi energi Filipina dan Indonesia dan mendukung pertumbuhan di kawasan ASEAN melalui energi terbarukan.

"Kemitraan strategis ini diharapkan dapat mendorong sinergi yang lebih luas, bukan hanya memberikan nilai tambah kepada Pertamina NRE namun juga dapat berkolaborasi dalam menggarap proyek-proyek EBT di Indonesia dan Asia Tenggara, meningkatan keahlian teknis serta transfer teknologi," ujar Oliver.

CREC merupakan perusahaan EBT yang memiliki portofolio proyek tenaga surya dengan gross installed capacity sebesar 596 MWp per Desember 2025. CREC menargetkan kapasitas terpasang mencapai 5 GW pada 2029 mendatang, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan serta mengurangi emisi karbon.

Editorial Team

EditorEkarina .