Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IMG-20250603-WA0004.jpg
RUPS Tahunan Medco Energi Internasional (MEDC). (Dok. MEDC)

Jakarta, FORTUNE - Anak usaha emiten PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Medco Asia Pacific Limited, mengantongi kontrak Blok Minyak dan Gas (Migas) Cendramas di lepas pantai Malaysia.

MEDC mengumumkan telah menerima surat penunjukan dari Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS) untuk kontrak bagi hasil Cendramas. Mitra yang diusulkan selain Medco Asia Pacific Limited adalah DIALOG Resources Sdn. Bhd. dan EnQuest Petroleum Production Malaysia Ltd.

Dengan kontrak tersebut, maka Medco Asia Pacific Limited akan berperan sebagai operator PSC Cendramas. "Kami terus menantikan kerja sama yang erat dengan PETRONAS, DIALOG, dan EnQuest untuk menjalankan kegiatan operasi yang aman dan andal serta memaksimalkan nilai dari aset ini," kata Direktur Utama Medco Energi Internasional, Hilmi Panigoro dalam keterangan resminya, Rabu (11/2).

Penunjukan anak usaha MEDCO sebagai operator itu akan tetap tunduk pada pelaksanaan PSC dan Perjanjian Operasi Bersama, serta persyaratan pendahuluan lain yang PETRONAS tetapkan.

Target 2026 berdasarkan panduan operasional Medco

MEDC menargetkan produksi minyak dan gas antara 165-170 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Itu merupakan tingkat produksi tertinggi perseroan sepanjang beroperasi. Target dalam panduan (guidance) 2026 itu lebih tinggi sekitar 6 persen-9 persen dari produksi perseroan pada 2025, yakni 156 MBOEPD.

"Produksi pada 2025 berada dalam kisaran panduan, didukung oleh proyek-proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70 persen," demikian dikutip dari keterangan resmi perseroan pada 28 Januari 2026.

Secara detail, pada kuartal-IV 2025, produksi minyak dan gas MEDC mencapai puncaknya, yakni 178 MBOEPD dan rata-rata 176 MBOEPD selama kuartal tersebut.

Sementara itu, pada segmen kelistrikan, perseroan membidik penjualan listrik sebesar 4.550 GWh, dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 24 persen. Target volume penjualan itu naik sekitar 4,1 persen dari realisasi penjualan listrik Medco Power pada 2025, yang mencapai 4.731 GWh, dengan penjualan energi terbarukan sebesar 25 persen yang berasal dari IPP baru di Ijen dan Bali Timur.

"Memasuki 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal," kata CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato.

Editorial Team